Kemenkes dan BPOM Tegaskan Pengawasan Digitalisasi Farmasi

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Kesehatan RI dan Badan Pengawas Obat dan Makanan menekankan pentingnya pengawasan ketat serta perlindungan pasien dalam pelayanan kefarmasian berbasis digital. Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum National EMOS Talkshow 2026 di Jakarta, dilansir dari Investor Daily.

Pemanfaatan teknologi digital dinilai harus berorientasi pada keselamatan masyarakat dan bukan sekadar efisiensi distribusi obat. Pemerintah menyoroti perubahan peran pelayanan kefarmasian agar lebih berfokus pada kualitas layanan klinis.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI L. Rizka Andalucia menjelaskan arah baru dalam transformasi sistem farmasi saat ini.

"Transformasi pelayanan kefarmasian menuntut pergeseran dari orientasi logistik menuju layanan klinis, digital, dan berbasis kinerja, dengan menempatkan patient first sebagai landasan utama," ujar L. Rizka Andalucia, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI.

Rizka menambahkan bahwa muara dari perubahan sistem ini adalah terciptanya layanan kesehatan yang mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Di sisi lain, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Taruna Ikrar mengingatkan pentingnya pengawasan cerdas dalam membendung risiko dari inovasi digital.

"Teknologi dapat mempercepat distribusi obat, tetapi hanya pengawasan yang cerdas yang mampu menjaga kepercayaan," kata Taruna Ikrar, Kepala BPOM.

Taruna mengimbau penguatan kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan penyedia layanan kesehatan demi menjaga keamanan masyarakat.

Platform digital PT EMOS Global Digital, anak usaha PT Kalbe Farma Tbk, mencatat telah menghubungkan lebih dari 50.000 apotek dan fasilitas kesehatan selama 10 tahun beroperasi. Direktur PT EMOS Global Digital Eddy T. Nawawi memaparkan pentingnya integrasi teknologi dalam ekosistem kesehatan.

"Transformasi kesehatan membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat," tutur Eddy T. Nawawi, Direktur PT EMOS Global Digital.

Platform tersebut kini mengantongi standar Cara Distribusi Obat yang Baik bagi Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi. Perusahaan meluncurkan fitur analisis berbasis kecerdasan buatan FOR YOU untuk rekomendasi pesanan serta EMOS Snap untuk pemantauan penataan produk secara real-time.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed