Kemenhub Terbitkan Sertifikat AMO 145D111 untuk Batam Aero Engine

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Perhubungan meresmikan penerbitan sertifikat Approved Maintenance Organization 145D111 untuk PT Batam Aero Engine di Batam, Kepulauan Riau, pada Rabu, 19 Agustus 2026. Fasilitas ini membuat perawatan dan perbaikan mesin pesawat serta Auxiliary Power Unit kini dapat dilakukan di dalam negeri.

Sertifikasi resmi ini memastikan fasilitas MRO di bawah naungan Batam Aero Technic milik Lion Group telah memenuhi seluruh regulasi keselamatan penerbangan sipil. Kehadiran pusat pemeliharaan ini diproyeksikan mampu menghemat devisa negara sekaligus menyerap hingga 10.000 tenaga kerja pada 2030.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Sokhib Al Rokhman menyampaikan apresiasinya atas peresmian operasional fasilitas pemeliharaan mesin tersebut.

"Hari ini kita bersyukur dapat meresmikan terbitnya sertifikat AMO 145D111. Penerbitan sertifikat ini mengafirmasikan bahwa PT Batam Aero Engine telah memenuhi seluruh persyaratan keselamatan, kualitas dan standar kelaikudaraan," kata Sokhib dalam peresmian BAE di Batam, Rabu.

Sokhib menegaskan bahwa sertifikat AMO 145D111 yang diberikan kepada PT BAE berlaku untuk melakukan perawatan dan perbaikan mesin pesawat serta Auxiliary Power Unit (APU).

"Kita harus merdeka untuk melakukan perawatan airframe 100 persen dalam negeri. Ini dimulai oleh dengan fasilitas BAE di Batam Aero Technic," ujarnya.

Presiden Direktur Lion Group sekaligus Direktur Utama PT Batam Teknik/Batam Aero Technic Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi menjelaskan peran spesifik dari unit usaha baru tersebut.

"Semua fasilitas MRO itu sama, tapi pesawat kan banyak komponennya. BAE ini khusus mesin pesawat dan APU," kata Daniel.

Daniel menambahkan bahwa pengoperasian BAE menekan ketergantungan pada bengkel luar negeri.

"Sehingga yang biasanya mesin-mesin pesawat ini dirawat di luar, Batam Aero Engine sudah mempunyai kapabilitas untuk bisa dilaksanakan di Indonesia, khususnya di Batam," ujarnya.

Saat ini, BAE menyerap sekitar 160 tenaga kerja di Hangar F, sedangkan total pekerja di ekosistem Batam Aero Technic telah melampaui 5.600 orang. Pengelola juga berencana memperluas area industri dengan mengajukan lahan tambahan ke BP Batam dari luas kawasan yang ada saat ini sekitar 30 hektare.

"Kebutuhan tenaga kerja akan meningkat karena pasar perawatan mesin pesawat terus berkembang. Batam Aero Technic berencana memperluas ekosistem dengan menarik pelaku usaha untuk membangun fasilitas pendukung, seperti bengkel kabel, sistem pendingin udara, hingga peralatan darurat pesawat," katanya, Rabu, 19 Agustus 2026.

Pengembangan kawasan industri penerbangan ini turut mendapatkan apresiasi dari pihak pemerintah daerah setempat.

Kepala Badan Pengusahaan Batam Amsakar Achmad menyampaikan pandangannya terkait dampak ekonomi dari fasilitas tersebut.

"Pengembangan yang dilakukan oleh Batam Aero Technic akan memberi multiplier effect kepada Batam. Karyawan yang direkrut otomatis memiliki skill, mendapatkan gaji sesuai kompetensi dan standar. Ini akan memberi efek ganda terhadap ekonomi Batam dalam sektor konsumsi rumah tangga misalnya," kata Amsakar.

Guna menampung masuknya investor pendukung dan ekspansi bengkel baru, Batam Aero Technic terus memproses pengajuan perluasan lahan kawasan MRO ke BP Batam.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed