Kemendikdasmen Kirim 50 Guru SMK Magang ke Jerman

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberangkatkan 50 guru SMK untuk mengikuti program magang selama tiga bulan di Jerman. Para tenaga pendidik ASN tersebut dikirim guna mempelajari sistem pendidikan vokasi serta budaya industri di negara itu, dilansir dari Detikcom.

Pemilihan Jerman didasari atas pertimbangan matangnya sistem pendidikan vokasi dan kuatnya skala industri global di sana. Selama di Jerman, peserta ditempatkan di dua lokasi utama, yakni Technical University (TU) of Dresden sebanyak 34 guru dan Festo Germany sebanyak 16 guru.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin menyampaikan alasan pemilihan negara tersebut usai acara Pelepasan Guru SMK Magang ke Luar Negeri 2026 di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Selasa (1/8/2026).

"Ya pertama, secara internasional memang Jerman ini Jerman, Swiss, Belanda ini kan memang memiliki model vocational school ya, berbeda dengan Amerika, Inggris, atau Australia," kata Tatang Muttaqin, Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen.

Tatang Muttaqin menilai Jerman memiliki basis industri yang lebih besar dibandingkan negara Eropa lainnya, dengan berbagai produk yang digunakan secara luas di tingkat global.

"Bahkan mungkin setiap hari kita lihat, bahkan Ibu-ibu kalau masak pakai Bosch itu buatan Jerman gitu ya. Yang punya mobil pakai buatan Jerman. Yang naik motor juga sebagian yang elit-elit kan buatan Jerman," tutur Tatang Muttaqin, Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen.

Pemerintah berencana melakukan pemetaan potensi kerja di Jerman, meski saat ini fokus utama masih tertuju pada pendalaman sistem pendidikan vokasinya.

"Tapi ini baru tahap pertama. Insyaallah nanti ke depan kita kembangkan lebih luas lagi karena tidak hanya kemajuan dari sisi industri dan juga pendidikan vokasinya, tapi juga bagaimana nanti dengan kebekerjaan luar negerinya," tutur Tatang Muttaqin, Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen.

Proses seleksi peserta dilakukan secara ketat untuk memastikannya dapat menyerap pembelajaran praktik secara optimal.

"Mereka menyeleksi sangat ketat karena jumlahnya sangat sedikit dan juga agar lebih optimal bagaimana mereka betul-betul bisa menyerap pembelajaran dan juga menyerap praktik secara lebih baik. Dan di sinilah kita bisa melihat tadi mereka tidak hanya cepat memahami dalam konteks bahasa, dan yang kedua rata-rata juga relatif bukan hanya di bidangnya saja tapi juga relatif lebih muda gitu ya," kata Tatang Muttaqin, Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen.

Melalui program ini, para guru diharapkan mampu mengadopsi kedisiplinan dan profesionalisme standar Jerman untuk diterapkan sekembalinya ke Indonesia.

"Nanti dengan mereka kembali dan bisa mengajar lebih baik dengan praktik lebih baik, maka lulusan juga akan memiliki kompetensi yang mendekati standar yang ada di industri-industri tadi dan juga di perguruan tinggi yangmemiliki vokasi khusus, yaitu di Jerman," imbuh Tatang Muttaqin, Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen.

Sekembalinya ke tanah air, para guru diwajibkan membagikan ilmu dan pengalaman yang didapat kepada rekan sejawat di daerah masing-masing.

"Jadi Ibu Bapak guru tuh bekerja, sehingga mereka tahu betul bahwa budaya industri itu harus begini gitu ya. Jadi bahwa di negara yang sebebas Jerman pun kedisiplinan, profesional," kata Tatang Muttaqin, Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed