KEK Industropolis Batang Perluas Program PRIMA 2026 Guna Cetak Talenta Vokasi Kelas Dunia
Integrasi kurikulum antara dunia pendidikan vokasi dan ekosistem industri modern kini semakin diperluas oleh KEK Industropolis Batang. Langkah strategis ini diwujudkan melalui Program Resiliensi untuk Industri Masa Depan (PRIMA) 2026, seperti dikutip dari Investor Daily.
Kawasan ini terus mengukuhkan visinya sebagai 'Shenzhen-nya Indonesia'. Demi mencapai target tersebut, partisipasi instansi pendidikan dilipatgandakan untuk mencetak generasi penerus yang tangguh dalam menopang investasi global.
Jumlah peserta dalam program bentukan kawasan ini melesat drastis dibandingkan tahun pertama pelaksanaan yang hanya melibatkan 5 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan 130 siswa. Pada tahun ini, tercatat ada 8 SMK dengan 160 peserta inti yang terlibat aktif.
Antusiasme yang masif juga memicu pengajuan mandiri dari sejumlah instansi pendidikan lain. SM K Negeri 1 Batang mengirimkan sebanyak 360 peserta, sementara PKTJ Tegal mengikutsertakan 106 peserta, sehingga total payung besar program PRIMA kini mencakup hingga 756 siswa dan taruna.
Plt Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati menyatakan bahwa perluasan cakupan ini menjadi bukti nyata tumbuhnya kepercayaan dunia pendidikan serta ekosistem industri terhadap program PRIMA.
“Sesuai komitmen kami bahwa membangun manusia adalah warisan utama, lompatan kuantitas ini kami barengi dengan keterlibatan kualitas yang mendalam,” kata Indri dalam keterangannya, dikutip pada Jumat (10/7/2026).
Keterlibatan guru SMK kini dirancang lebih aktif dan tidak sekadar mendampingi dari pinggir lapangan. Para pengajar terlibat langsung dalam kepanitiaan untuk berinteraksi dan menyerap kebutuhan nyata dari HR tenant global.
“Kami percaya, guru yang memahami kebutuhan industri secara presisi akan melahirkan lulusan yang jauh lebih siap kerja," tutur Indri.
Standar Emas Sistem Link and Match Nasional
Validasi positif terhadap lompatan metodologi ini datang dari Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah, Agus Nowo Edy. Pihaknya mengapresiasi keberhasilan kawasan dalam mengemas program edukasi terstruktur yang melibatkan praktisi HR raksasa dunia serta kunjungan lapangan langsung ke lini produksi.
“What terjadi di KEK Industropolis Batang melalui PRIMA 2026 adalah standar emas baru bagi implementasi konsep link and match nasional,” ucap Agus.
Sistem ini dinilai melampaui pola magang konvensional karena memadukan kolaborasi kurikulum antara sekolah, praktisi industri, psikolog dari Universitas Diponegoro, hingga pelatih kedisiplinan TNI.
“Ini membuat pemerintah daerah, pihak sekolah, hingga orang tua siswa bangga dan percaya penuh bahwa anak-anak Batang tengah disiapkan menjadi talenta kelas dunia,” ungkap Agus.
Pelaksanaan berkala yang makin masif menjadi pembuktian bagi para calon investor. KEK Industropolis Batang menunjukkan bahwa jaminan ketersediaan tenaga kerja terampil dan bermental baja di wilayah tersebut telah berjalan nyata, berkelanjutan, serta adaptif terhadap masa depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow