Kaspersky Ungkap Kelompok Peretas SilverFox Sebar Aplikasi AI Palsu

Smallest Font
Largest Font

Tim Riset dan Analisis Global Kaspersky mengungkap taktik kelompok peretas SilverFox yang menyebarkan aplikasi kecerdasan buatan Claude palsu untuk meretas jaringan perusahaan di berbagai negara, termasuk Indonesia, dilansir dari Detik iNET.

Aplikasi Claude fiktif tersebut didistribusikan untuk sistem operasi Windows, macOS, dan Linux guna mengeksploitasi tren penggunaan teknologi AI di lingkungan bisnis. Sebelum menggunakan modus aplikasi AI, peretas menyebarkan lebih dari 1.600 email phishing yang berpura-pura menjadi pemberitahuan audit pajak sepanjang Januari hingga Februari 2026.

Peneliti Keamanan Utama di Kaspersky GReAT, Ye Jin, menyoroti bagaimana kemajuan teknologi telah mengubah peta ancaman siber secara mendasar saat ini.

"Analisis terbaru kami menunjukkan bahwa mereka sekarang mendistribusikan Claude palsu untuk memanfaatkan tren penggunaan AI di perusahaan guna meretas pertahanan keamanan target mereka," jelas Ye Jin, Peneliti Keamanan Utama di Kaspersky GReAT.

Serangan SilverFox terfokus di wilayah Asia Timur dan Tenggara, dengan lebih dari 90 persen target berada di China, disusul Myanmar, Kamboja, serta Singapura. Sektor manufaktur menjadi sasaran utama yang mencakup lebih dari sepertiga total serangan, diikuti oleh sektor layanan TI, kesehatan, dan lembaga keuangan.

Selain penyebaran aplikasi palsu, Kaspersky mengidentifikasi ancaman ransomware berbasis agen AI bernama JADEPUFFER yang dapat mengeksekusi serangan secara mandiri dalam waktu 31 detik. Taktik berbahaya lain yang ditemukan mencakup teknik injeksi prompt ChatGPhish serta malware VoidLink yang kodenya dibuat oleh AI generatif.

Guna menangani ancaman otomatisasi berbasis mesin ini, Kaspersky merekomendasikan empat langkah mitigasi yang meliputi perburuan ancaman berbasis AI, penerapan arsitektur Zero Trust, perlindungan sistematis menyeluruh, dan penggunaan model AI berskala besar untuk merespons ancaman secara langsung.

"Ketika penyerang dapat memanfaatkan AI untuk mengotomatisasi pengambilan keputusan dan mempercepat setiap tahap serangan, pihak pertahanan harus merespons dengan tingkat kecerdasan yang setara," tutup Ye Jin, Peneliti Keamanan Utama di Kaspersky GReAT.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed