Karhutla Ganggu Operasional Penerbangan INACA Minta Penanganan Dipercepat

Smallest Font
Largest Font

Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mendesak pemerintah untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia pada Jumat (28/8/2026). Asap akibat karhutla dinilai dapat mengganggu konektivitas angkutan udara nasional serta mengancam keselamatan penerbangan.

Asosiasi pengusaha maskapai penerbangan tersebut mencatat gangguan telah terjadi di sejumlah wilayah, seperti Kalimantan hingga Papua, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Penurunan jarak pandang mendadak akibat kabut asap memaksa otoritas bandara dan maskapai melakukan penundaan, pengalihan, hingga pembatalan jadwal terbang.

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja menyampaikan apresiasi atas tindakan responsif yang telah dilakukan oleh pemerintah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Namun, ia menekankan pentingnya akselerasi penanganan demi menjaga mobilitas masyarakat dan pergerakan ekonomi.

"Kami berterima kasih kepada pemerintah yang saat ini telah bergerak cepat menangani karhutla yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, baik di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. Penanganan ini perlu dipercepat dengan kerja sama semua pihak agar tidak berdampak pada konektivitas angkutan udara dan perekonomian nasional," ujar Denon Prawiraatmadja, Ketua Umum INACA.

Selain menurunkan jarak pandang pilot di area titik landas, karhutla merusak kelancaran lalu lintas udara akibat bertambahnya jarak pemisahan antarpesawat oleh petugas ATC. Partikel abu dan jelutong dari asap karhutla juga berisiko menyumbat tabung pitot-static serta mempercepat kerusakan mesin turbin pesawat.

Kondisi operasional tersebut memicu lonjakan beban biaya bagi maskapai penerbangan, mulai dari kompensasi keterlambatan, pengembalian uang tiket, hingga pembengkakan konsumsi bahan bakar saat pesawat harus melakukan holding di udara.

"Penumpang juga akan terganggu kepentingannya kalau terjadi keterlambatan penerbangan," kata Denon Prawiraatmadja, Ketua Umum INACA.

Berdasarkan data INACA, gangguan penerbangan akibat jarak pandang buruk tercatat di beberapa titik. Bandara Supadio Pontianak dan Singkawang menghentikan sementara lebih dari 21 penerbangan akibat jarak pandang di bawah 1.000 meter. Jarak pandang terbatas juga mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru yang anjlok hingga 200 meter, Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi dengan jarak pandang 800 meter, serta area Bandara Douw Aturure Nabire.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed