Juventus Tantang Palermo dalam Uji Coba Pramusim di Australia
Juventus dijadwalkan menghadapi klub Serie B, Palermo, dalam laga uji coba pramusim di HBF Park atau Optus Stadium, Perth, Australia, pada Selasa (11/8/2026) pukul 17.00 WIB. Pertandingan ini menjadi ajang persiapan terakhir sebelum kedua tim mengarungi kompetisi Serie A dan Serie B musim 2026/2027.
Skuad asuhan Luciano Spalletti datang membawa rekor pramusim dengan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Kekalahan tersebut dialami Si Nyonya Tua pada laga uji coba terakhir saat takluk 1-2 dari Inter Milan.
Sementara itu, Palermo yang ditangani Filippo Inzaghi mengantongi modal positif setelah memetik dua kemenangan besar di laga pramusim, termasuk unggul 7-0 atas Paradiso. Pertandingan ini diproyeksikan disiarkan melalui kanal YouTube RANS Entertainment, platform MDNOW, siaran langsung MDTV, serta saluran resmi klub.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, memberikan pandangannya terkait kekuatan calon lawan serta sosok juru taktik Palermo.
"Palermo adalah tim Serie B, tapi mereka punya banyak pemain yang memahami Serie A dengan baik dan pelatih yang sangat termotivasi," ujar pelatih Juventus, Luciano Spalletti, dilansir dari Football Italia.
Spalletti memprediksi laga berjalan ketat sekaligus memuji karakter rendah hati mantan penyerang timnas Italia tersebut.
"Inzaghi pasti akan menjadi pelatih top. Dia adalah seorang juara sebagai pemain, dan saya juga mengenalnya dengan baik sebagai pribadi, dia sangat rendah hati," tutur Luciano Spalletti.
Ia juga menyoroti atmosfer pertandingan di Australia yang diperkirakan bakal dipadati penonton.
"Ini akan menjadi pertandingan yang sulit, dalam suasana yang indah dengan penonton yang banyak," ucap Luciano Spalletti menambahkan.
Mengenai kekalahan dari Inter Milan pada laga sebelumnya, Spalletti mengungkapkan bahwa evaluasi mendalam telah dilakukan oleh tim pelatih.
"Kekalahan dari Inter? Ada bagian yang berasal dari diri kami sendiri, dalam sikap itu yang tidak ingin saya lihat lagi. Kami sudah menganalisisnya dengan baik, dengan bersama selama 24 jam ada peluang untuk melakukannya: kami mendalami apa yang terjadi, meski kelelahannya sangat banyak saya berharap melihat hal-hal yang selalu lebih baik dan bahwa pemahaman itu terus tumbuh seiring berjalannya waktu," kata Luciano Spalletti dilansir dari Sky.
Ia membeberkan kondisi bek Federico Gatti yang tidak dipasang sebagai pemain mula akibat masalah kebugaran.
"Gatti tidak akan bermain sejak awal, dia mengalami kelelahan otot. Lalu akan dilihat saat pertandingan berjalan, tetapi itu akan menjadi pertimbangan untuk 20 menit atau setengah jam," ujar Luciano Spalletti.
Terkait pergerakan pemain jelang bergulirnya musim baru, Spalletti menegaskan strategi klub tidak berubah.
"Di bursa transfer, kami memiliki ide yang sama seperti yang kami miliki di awal, bahkan setelah pertandingan-pertandingan ini idenya tetap sama. Kami terus melangkah di jalur kami sendiri," ucap Luciano Spalletti.
Ia menuturkan rotasi penjaga gawang telah direncanakan sejak awal tur pramusim, di mana Mattia Perin dipastikan tampil mengawal gawang sejak menit pertama.
"Di Gregorio melakukan penyelamatan yang sangat bagus pada babak pertama, lalu dia kurang beruntung pada gol kedua. Melawan Palermo, Perin akan bermain, seperti yang sudah direncanakan. Mereka bermain masing-masing satu babak melawan Chelsea, lalu Di Gregorio 90 menit melawan Inter dan Perin 90 menit melawan Palermo," kata Luciano Spalletti.
Spalletti juga mengingatkan anak asuhnya agar tampil lebih efektif saat berada di area pertahanan lawan.
"Kami harus lebih tajam di lini depan. Lawan Inter kami punya peluang, tapi tidak cukup klinis. Palermo akan jadi ujian penting sebelum Serie A dimulai," kata pelatih Juventus, Luciano Spalletti.
Dari pihak lawan, Filippo Inzaghi menganggap duel ini sangat penting bagi perkembangan timnya yang menargetkan promosi ke Serie A pada musim depan.
"Juve akan menjadi salah satu tim yang berperan sebagai protagonis di Serie A musim depan," kata pelatih Palermo, Filippo Inzaghi, dilansir dari Sky Sport Italia.
Inzaghi menilai kekuatan lawan sangat merata berkat kedalaman skuad serta pergerakan manajemen klub.
"Pada malam sebelumnya, selain pertandingan, saya melihat pergantian pemain yang mereka lakukan, mereka memiliki skuad yang dalam, pelatih hebat, dan kedatangan (Giovanni) Carnevali di jajaran manajemen juga sangat penting," kata Filippo Inzaghi.
Mantan pelatih AC Milan itu meyakini Si Nyonya Tua bakal bersaing ketat di papan atas liga domestik.
"Saya percaya mereka akan bersaing dengan Inter hingga akhir untuk memperebutkan scudetto, meskipun di antara tim-tim besar saya juga ingin memasukkan tim seperti Napoli dan Como," tutur Filippo Inzaghi.
Ia kembali menegaskan reputasi besar Juventus dalam peta persaingan sepak bola Italia.
"Ini akan menjadi kompetisi yang menarik, tetapi saya ulangi bahwa saya melihat Juve sebagai salah satu protagonis," ucap Filippo Inzaghi.
Menghadapi nama besar Juventus, Inzaghi menyebut timnya berada dalam motivasi tinggi usai memetik serangkaian hasil positif.
"Kami datang dengan semangat tinggi. Kemenangan besar di pramusim memberi kepercayaan diri, tapi menghadapi Juventus selalu jadi tantangan besar," ujar Filippo Inzaghi.
Penggawa anyar Palermo sekaligus mantan bek Persib Bandung, Federico Barba, mengungkapkan alasannya bersedia bergabung dengan klub berjuluk Il Rosanero tersebut.
"Tidak mungkin mengatakan tidak kepada Palermo dan juga tidak mungkin mengatakan tidak kepada pelatih Inzaghi," ucap pemain Palermo, Federico Barba.
Barba memuji kapasitas Inzaghi dalam membangun mentalitas bertanding di dalam skuad.
"Pelatih adalah seorang pemenang dan jika kami semua berada di sini, itu juga berkat dia," kata Federico Barba.
Pemain yang sukses mempersembahkan gelar juara liga bagi Persib musim lalu itu menyebut seluruh pemain memiliki komitmen penuh di bawah arahan sang pelatih.
"Inzaghi adalah sosok yang tahu bagaimana memotivasi dengan sangat baik, tahu bagaimana menyentuh tombol yang tepat, meskipun dalam kasus saya hanya ada sedikit hal yang perlu diyakinkan. Kami semua bersamanya dan bergerak ke arah yang sama," ucap Federico Barba.
Barba turut membagikan pengalamannya selama berkarier di sepak bola Indonesia sebelum akhirnya kembali ke Italia.
"Untungnya, itu merupakan pengalaman yang menyenangkan, saya merasa nyaman. Saya meninggalkan kenangan yang indah, tetapi mereka juga meninggalkan kenangan yang indah bagi saya. Di sana, secara umum, terdapat gairah yang sangat kuat," tutur Federico Barba.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow