Jorge Martin Respons Santai Kritik Gabung Yamaha MotoGP
Pembalap MotoGP Jorge Martin menanggapi santai berbagai sentimen negatif terkait langkah kariernya menyeberang ke tim pabrikan Yamaha. Seperti dilansir dari Detik Sport, rider asal Spanyol tersebut optimistis mampu mengulang kesuksesan yang pernah ia raih sebelumnya.
Martin dipastikan mengakhiri kerjasamanya dengan Aprilia setelah merampungkan gelaran MotoGP 2026. Ia telah menandatangani kesepakatan untuk membela Yamaha pada musim 2027 serta 2028, di mana ia bakal berada dalam satu tim bersama Ai Ogura.
Gelombang kritik dari publik muncul mengingat performa tim pabrikan asal Jepang tersebut yang dinilai belum pulih dalam lima tahun terakhir. Yamaha tercatat mengalami masa kering kemenangan selama lebih dari tiga tahun di panggung balap motor bergengsi ini.
Pace buruk pabrikan Garpu Tala tersebut tepercermin sejak Fabio Quartararo berhasil merebut podium tertinggi pada balapan di Sachsenring tahun 2022. Sejak momen kemenangan tersebut, Yamaha belum lagi meraih podium pertama pada seri manapun.
Kendati demikian, Martinator memberikan pembelaan tegas atas pilihan kariernya. Ia mengingat kembali momentum saat dirinya dicerca tatkala memutuskan pindah ke Aprilia seusai merebut gelar juara dunia MotoGP 2024 bersama tim Pramac.
Cercaan publik tersebut akhirnya dibayar tuntas oleh rider berusia 28 tahun ini. Martin membuktikan kapasitasnya dengan menduduki posisi teratas klasemen sementara MotoGP 2026 sekaligus menjadi kandidat terkuat peraih takhta juara dunia.
Keyakinan Jorge Martin Menatap Musim Depan
Pengalaman manis saat membalikkan prediksi miring bersama Aprilia dijadikan modal berharga bagi Martin. Ia bertekad untuk menunjukkan performa impresif serupa tatkala mulai menunggangi motor Yamaha pada musim mendatang.
Terkait keputusan berani yang diambil untuk masa depannya, Martin membeberkan sudut pandang pribadinya dalam wawancara bersama GPOne.
"Aku percaya ada keputusan-keputusan di dalam hidup yang sekadar harus dibuat," kata Martin.
"Aku selalu membuat keputusan dengan mempertimbangkan yang terbaik untukku dan keluargaku, dan aku percaya ini adalah pilihan terbaik," ujar pembalap asal Spanyol tersebut.
"Saat aku bergabung dengan Aprilia, rasanya seperti bencana: 'Kemana kamu akan pergi dengan Aprilia, sebuah tim yang tidak pernah menang?' Tapi, sekarang aku memimpin kejuaraan ini. Musim depan, atau dalam dua tahun, dunia dan semua orang lain bisa mengatakan apa yang mereka mau," tutur Martin.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow