JFX Siap Mendukung Pembentukan Bursa Mineral Komoditas Strategis
Jakarta Futures Exchange menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung rencana pemerintah membentuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis pada Rabu, 26 Agustus 2026. Lembaga ini menawarkan pengalaman selama 27 tahun dalam mengelola ekosistem perdagangan komoditas di tanah air.
Pemerintah sendiri menargetkan pembentukan bursa komoditas baru tersebut dapat mulai beroperasi resmi pada 1 Januari 2027. Langkah ini diambil guna memperkuat transparansi transaksi sekaligus mendorong hadirnya penetapan harga acuan komoditas strategis secara mandiri dari dalam negeri, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Kesiapan infrastruktur dan ekosistem perdagangan yang telah matang dinilai menjadi modal vital bagi Indonesia agar dapat beralih peran dari penentu harga pasif menjadi penentu harga aktif di pasar komoditas global.
"Sekarang adalah momentum yang tepat bagi Indonesia untuk menjadi price setter. Pembentukan harga suatu komoditas dapat datang dari kekuatan sebagai produsen terbesar ataupun pembeli terbesar. Indonesia memiliki posisi yang sangat kuat sebagai produsen berbagai komoditas dunia," ujar Direktur Utama JFX Yazid Kanca Surya.
Pengalaman panjang JFX diawali sejak berdiri pada 1999 dan memulai perdagangan kontrak berjangka pada 2000. Layanan pasar fisik komoditas seperti Timah yang dikelola sejak 2019 hingga Agustus 2025 bahkan telah mencatatkan volume transaksi melampaui 300 ribu ton dengan total nilai lebih dari US$ 8 miliar.
"Bursa yang berhasil tidak dibangun dalam semalam, tetapi melalui proses. Yang paling penting adalah bagaimana mekanisme yang dibangun dapat memberikan kenyamanan bagi penjual tanpa mengganggu proses perdagangan mereka, sekaligus memberikan kepastian bagi pembeli yang menempatkan dananya," jelas Kanca.
Daya tarik mekanisme pasar dalam negeri terbukti mampu menarik minat para pelaku usaha internasional dari China, Jepang, Singapura, hingga kawasan Eropa untuk bertransaksi secara sukarela.
"Pembeli punya pilihan. Mereka tidak diwajibkan membeli melalui JFX, tetapi tetap datang dan bertransaksi di sini. Kalau pasar kita tidak efisien atau tidak dipercaya, tentu mereka bisa membeli di tempat lain," katanya.
Pembentukan harga timah di bursa domestik kini juga mulai diperhitungkan oleh pelaku transaksi global sebagai salah satu referensi harga pembanding selain bursa internasional lainnya.
"Pada prinsipnya kita sudah menjadi salah satu price reference. Bobotnya mungkin belum sebesar bursa global lainnya, tetapi harga JFX sudah menjadi salah satu faktor yang diperhatikan ketika orang melakukan transaksi Timah," ungkap Kanca.
Guna menghadapi variasi jenis komoditas mineral yang akan dikelola dalam bursa baru nantinya, pendekatan skema transaksi juga perlu disesuaikan secara spesifik.
"Setiap komoditas punya karakteristik yang berbeda. Mekanisme yang berhasil untuk satu komoditas belum tentu bisa diterapkan dengan cara yang sama pada komoditas lainnya. Kita harus memahami apa yang dibutuhkan penjual dan pembeli, kemudian membangun mekanisme yang sesuai dengan karakter pasar tersebut," ujarnya.
Guna menunjang realisasi target operasional pada 2027, JFX siap menyesuaikan seluruh fondasi sistem, mekanisme, dan ekosistem perdagangan fisik yang dimiliki saat ini.
"Kalau pemerintah menghendaki BMKS beroperasi pada 2027, kami sangat siap membantu mewujudkannya. Secara sistem, mekanisme, dan ekosistem, fondasinya sudah ada. Tinggal bagaimana pengalaman yang sudah kita miliki ini diperkuat dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing komoditas," tutup Kanca.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow