Hakeem Jeffries Temui Jared Kushner Menjelang Pemilu Sela AS

Smallest Font
Largest Font

Pemimpin faksi Demokrat di DPR AS Hakeem Jeffries menggelar pertemuan dengan menantu Donald Trump, Jared Kushner, dalam beberapa pekan terakhir di tengah persiapan menjelang pemilu sela mendatang.

Pertemuan tersebut mengindikasikan bahwa lingkaran dalam presiden mulai mengantisipasi kemungkinan beralihnya kendali setidaknya satu kamar Kongres ke tangan Partai Demokrat saat pemilu sela tersisa kurang dari tiga bulan.

Seseorang yang mengetahui jalannya pertemuan tersebut memverifikasi terjadinya perjumpaan kedua tokoh. Laporan pertama mengenai hal ini dipublikasikan oleh The New York Times di tengah persaingan publik antara Demokrat dan Republik untuk memperebutkan kontrol Kongres menjelang November.

Melalui pernyataan resmi kepada CNBC, Jeffries tidak mengomentari langsung pertemuannya dengan Kushner. Namun, ia memberikan penegasan terkait prioritas kebijakan yang diusung partainya.

"Dalam setiap percakapan yang kami lakukan dengan pemerintahan Trump, kami akan terus memperjelas secara eksplisit bahwa krisis keterjangkauan harga bukanlah hoaks dan tidak ada yang kurang dari perubahan kebijakan transformasional yang dapat diterima," kata Jeffries.

Kushner, yang menjabat sebagai penasihat senior pada masa jabatan pertama Trump, tidak mengambil peran resmi di pemerintahan setelah ayah mertuanya terpilih kembali pada 2024. Kendati demikian, ia tetap menjadi sosok kunci sebagai negosiator dan penasihat luar bagi presiden.

Pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan atau komentar resmi terkait kabar pertemuan tersebut.

Menurut laporan The New York Times, perjumpaan tersebut merupakan ajang saling bertukar kabar bagi keduanya yang pernah bekerja sama dalam sejumlah isu pada era pemerintahan pertama Trump. Kushner juga menyarankan agar Jeffries bertemu dengan Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles.

Dalam pertemuan itu, Kushner dan Jeffries dilaporkan membahas isu perumahan, imigrasi, serta keterjangkauan harga sebagai potensi area kerja sama.

Melalui pernyataan tertulisnya, Jeffries mengisyaratkan keterbukaan Demokrat untuk bekerja sama dengan Republik jika memenangkan mayoritas, tetapi hanya sesuai dengan persyaratan mereka.

"Untuk menghentikan kegilaan ini, kami telah berulang kali memperjelas bahwa pendekatan ekstremis tidak akan berhasil dan akan dihadapi dengan oposisi yang kuat. Rakyat Amerika menginginkan perubahan berani dan itulah yang akan dihadirkan Demokrat DPR," ujar Jeffries.

"Kami berjuang untuk Amerika yang terjangkau. Pertanyaannya adalah apakah Partai Republik akan bergabung dengan kami," kata Jeffries.

Momen pertemuan ini menunjukkan sebagian pihak di lingkaran presiden mengantisipasi potensi kekalahan Partai Republik dalam mempertahankan kendali penuh di Washington. Saat ini Demokrat unggul lebih dari enam poin rata-rata atas Republik dalam jajak pendapat generik.

Jeffries, yang menjabat sebagai pemimpin minoritas sejak 2023, berpeluang menjadi Ketua DPR jika Demokrat menang. Jika memenangkan kendali, Demokrat diperkirakan bakal meluncurkan berbagai investigasi terhadap Gedung Putih dan rekan bisnisnya, termasuk Kushner.

Kemenangan Demokrat di salah satu atau kedua kamar Kongres juga berpotensi menghentikan dorongan legislatif non-bipartisan serta menyulitkan penataan ulang batas utang negara pada tahun depan.

Ketua DPR AS Mike Johnson memberikan tanggapannya mengenai langkah Kushner saat diwawancarai oleh Fox News.

"Namun saya beri tahu Anda, Anda sebaiknya tidak bertaruh melawan Republikan DPR," ujar Johnson.

"Basis kami akan keluar memilih, dan kami akan mempertahankan mayoritas Republik di DPR," kata Johnson.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed