Italia Terapkan Pemeriksaan Perbatasan, Spanyol Tuding Pengkhianatan di Krisis Ceuta

Smallest Font
Largest Font

Krisis migrasi di Ceuta telah menimbulkan ketegangan politik di Uni Eropa. Pada Selasa (4/8/2026), para menteri dalam negeri Uni Eropa dijadwalkan menggelar konferensi video darurat untuk membahas arus besar migran asal Maroko yang masuk ke wilayah Spanyol dan perselisihan antara Madrid dan Roma.

Dewan Uni Eropa secara resmi menjadwalkan pertemuan tersebut, dipimpin oleh Irlandia yang memegang presidensi bergilir. Diskusi akan fokus pada perkembangan terkini di Ceuta setelah pertemuan mekanisme respons krisis Uni Eropa yang menegaskan perlunya tanggapan politik bersama.

Meski arus migran di Ceuta berkurang, ketegangan antarnegara Eropa meningkat. Italia memberlakukan kembali pemeriksaan bagi warga non-Uni Eropa yang datang dari Spanyol melalui bandara dan pelabuhan selama satu bulan, meskipun tidak menutup total perbatasan dan tidak menyasar warga Spanyol ataupun Uni Eropa.

Keputusan Italia ini mengguncang prinsip perjalanan bebas di kawasan Schengen dan memicu kemarahan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez.

"Ini merupakan tindakan luar biasa yang diambil untuk menjaga keamanan nasional dan mencegah kemungkinan dampak terhadap negara kami," ujar Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

Meloni menambahkan bahwa pemeriksaan hanya akan dipertahankan selama diperlukan dan akan dilakukan dengan mempertimbangkan agar arus wisata musim panas tidak terganggu. Italia juga berkoordinasi dengan Prancis untuk memperkuat pengawasan di perbatasan Prancis-Italia.

Madrid menilai keputusan Italia sebagai bentuk penolakan solidaritas yang selama ini menjadi dasar kebijakan migrasi Uni Eropa. Sánchez mengingatkan bahwa Spanyol pernah menerima migran yang melewati Belarusia pada 2021 dan membantu negara lain saat krisis di Lampedusa, Italia, pada 2023.

"Dalam konteks internasional saat ini, Uni Eropa tidak mampu menanggung reaksi yang egoistis, memecah belah, dan melanggar hukum semacam ini," tulis Sánchez dalam surat kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa António Costa.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed