IPDN Buka Pendaftaran CPNS Praja 2026 Lewat SSCASN BKN
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) resmi menggelar Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) untuk angkatan 2026. Institut yang beroperasi di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini membebaskan seluruh biaya pendidikan serta menjamin lulusannya diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), seperti dilansir dari Detikcom.
Proses registrasi dibuka mulai 18 Agustus hingga 30 Agustus 2026 secara daring. Pelamar dapat mendaftarkan diri melalui portal resmi yang dikelola Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada laman [https://sscasn.bkn.go.id](https://sscasn.bkn.go.id). Pada rekrutmen tahun ini, Kemendagri menargetkan penerimaan lebih dari 1.400 praja baru dari seluruh wilayah Indonesia.
Seluruh ketentuan resmi penerimaan telah tercantum di dalam Surat Edaran Nomor 800.1.2.2/5875/SJ tentang Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN 2026.
Calon pendaftar wajib memenuhi kriteria usia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun per 1 Januari 2026. Batas tinggi badan yang ditetapkan yakni minimal 160 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita.
Kualifikasi pendidikan mengharuskan pelamar merupakan lulusan SMA/MA, bukan lulusan SMK atau program Paket C. Rata-rata nilai ijazah yang dipersyaratkan paling rendah 73,00. Nilai rata-rata minimal 65,00 berlaku khusus bagi pendaftar dari wilayah Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya. Nilai mata pelajaran Bahasa Inggris pada ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL) minimal 75,00, kecuali bagi pendaftar dari enam provinsi Papua tersebut.
Lulusan sekolah luar negeri wajib melampirkan surat penyetaraan dari kementerian pendidikan. Sementara siswa lulusan 2026 yang belum menerima ijazah dapat menggunakan SKL nilai akhir kelas XII yang ditandatangani kepala sekolah serta dibubuhi stempel basah.
Persyaratan domisili mewajibkan peserta menetap minimal 1 tahun di kabupaten/kota pada provinsi tempat mendaftar, dibuktikan dengan Kartu Keluarga dan KTP-el atau Kartu Identitas Anak (KIA). Pengecualian masa domisili kurang dari 1 tahun berlaku jika peserta bersekolah SMA/MA di wilayah tersebut, orang tua kandung lahir di wilayah setempat, atau orang tua kandung sedang bertugas di lokasi pendaftaran yang dibuktikan melalui surat penempatan kerja.
Dokumen pendukung lain yang wajib disiapkan mencakup Surat Keterangan Orang Asli Papua (OAP) dari Majelis Rakyat Papua bagi pendaftar OAP, Pakta Integritas 2026, surat elektronik aktif, serta pasfoto berwarna 4x6 cm berlatar belakang merah memakai kemeja putih polos lengan panjang tanpa kacamata.
Ketentuan Tambahan dan Tata Cara Pendaftaran
Pendaftar dipersyaratkan tidak memiliki riwayat pidana, tidak bertato, tidak bertindik atau memiliki bekas tindik bagi pria (kecuali adat/agama), tidak mengagani mata minus/kacamata, belum pernah menikah, serta belum pernah hamil atau melahirkan bagi wanita. Peserta juga tidak boleh memiliki rekam jejak diberhentikan secara tidak hormat dari IPDN maupun perguruan tinggi lain.
Calon praja yang dinyatakan lulus wajib menandatangani kesediaan untuk diangkat sebagai CPNS/PNS dan bersedia ditempatkan di seluruh kampus IPDN maupun wilayah NKRI. Peserta dilarang menikah selama masa pendidikan dan wajib menaati tata kehidupan praja. Pelanggaran dokumen atau pengunduran diri setelah dinyatakan lulus akan dikenakan sanksi penggantian biaya seleksi ke kas negara.
Proses pendaftaran dilakukan secara mandiri dengan mengunggah seluruh dokumen administrasi sesuai dengan format dan ukuran berkas yang tertera pada aplikasi SSCASN.
Jadwal Tahapan Seleksi IPDN 2026
Proses seleksi berlangsung ketat dari pertengahan tahun hingga akhir tahun 2026. Berikut adalah rincian agenda pelaksanaan SPCP IPDN 2026:
- Pendaftaran online: 18-30 Agustus 2026
- Verifikasi dokumen pendaftaran: 18 Agustus-1 September 2026
- Pengumuman hasil verifikasi dokumen: 2-3 September 2026
- Masa sanggah verifikasi: 4-5 September 2026
- Jawab masa sanggah: 4-6 September 2026
- Pembayaran biaya SKD: 11-15 September 2026
- Pengumuman jadwal SKD: 18-21 September 2026
- Pelaksanaan SKD: 22 September-7 Oktober 2026
- Pengumuman hasil SKD: Oktober 2026
- Verifikasi faktual tahap 1 & gladi tes bahasa Inggris: Oktober 2026
- Pelaksanaan tes bahasa Inggris: Oktober 2026
- Pengumuman tes bahasa Inggris & verifikasi tahap 1: Oktober 2026
- Tes kesehatan tahap 1 & pengumuman hasil: Oktober 2026
- Gladi & pengumuman tes psikologi, integritas, dan kejujuran: Oktober 2026
- Penerimaan peserta & verifikasi faktual tahap 2: Oktober-November 2026
- Tes kesehatan tahap 2: Oktober-November 2026
- Tes kesamaptaan dan antropometri: Oktober-November 2026
- Pengumuman kelulusan akhir: November 2026
- Registrasi calon praja: November 2026
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow