Investor Asing Borong Saham Indonesia Hingga Rp223 Triliun
Investor asing membukukan aksi beli bersih atau net foreign buy senilai Rp2,23 triliun di bursa saham Indonesia pada periode 18 hingga 21 Agustus 2026. Aliran modal asing tersebut bertepatan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,93 persen dalam sepekan. Berdasarkan data Stockbit, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi instrumen yang paling banyak dibeli investor asing dengan nilai net buy mencapai Rp1,27 triliun.
Seiring tingginya aksi beli tersebut, harga saham DSSA menguat 4,48 persen dalam sepekan ke level Rp1,050 per lembar saham. Selain DSSA, aliran dana asing mengalir deras ke sektor keuangan dan barang baku. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menempati urutan kedua dengan net foreign buy sebesar Rp745,3 miliar, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp405,5 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp328,7 miliar, dan PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) sebesar Rp296,4 miliar.
Daftar sepuluh besar saham perburuan asing tersebut ditutup oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan nilai Rp262,5 miliar, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) Rp179,2 miliar, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Rp133,6 miliar, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) Rp133,3 miliar, serta PT Timah Tbk (TINS) senilai Rp125,1 miliar.
Penguatan pasar pada pertengahan Agustus ini melanjutkan tren positif sepanjang Juli 2026, di mana IHSG mencatatkan lonjakan bulanan sekitar 10 persen. Kenaikan bulanan tersebut merupakan performa terbaik IHSG sejak September 2010 menurut data Bareksa. Momentum pemulihan pasar saham turut mendorong kinerja instrumen reksa dana campuran. Reksa Dana Sucorinvest Anak Pintar (RDSAP) kelolaan PT Sucorinvest Asset Management mencatatkan imbal hasil (return) sebesar +21,92 persen dalam satu tahun terakhir per 12 Agustus 2026, dengan total dana kelolaan mencapai Rp391,76 miliar per Juli 2026.
| No | Emiten (Kode Saham) | Nilai Net Foreign Buy |
|---|---|---|
| 1 | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) | Rp1,27 triliun |
| 2 | PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) | Rp745,3 miliar |
| 3 | PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) | Rp405,5 miliar |
| 4 | PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) | Rp328,7 miliar |
| 5 | PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) | Rp296,4 miliar |
| 6 | PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) | Rp262,5 miliar |
| 7 | PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) | Rp179,2 miliar |
| 8 | PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) | Rp133,6 miliar |
| 9 | PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) | Rp133,3 miliar |
| 10 | PT Timah Tbk (TINS) | Rp125,1 miliar |
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow