Investor Asing Borong Saham BMRI Rp255 Miliar di BEI

Smallest Font
Largest Font

Investor asing melakukan aksi borong saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai beli bersih (net buy) mencapai Rp 255,2 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (26/8/2026).

Aksi borong saham bank BUMN di pasar reguler tersebut menjadikan BMRI sebagai saham yang paling banyak dibeli oleh pemodal mancanegara, sebagaimana dilansir dari Investor Daily berdasarkan data Stockbit Sekuritas.

Selain BMRI, investor asing juga mencatatkan net buy pada saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp 102,6 miliar. Secara keseluruhan di seluruh pasar BEI, pemodal asing membukukan net buy sebesar Rp 1,37 triliun pada hari yang sama.

Tingginya angka net buy keseluruhan didorong oleh transaksi tutup sendiri (crossing) senilai Rp 1,58 triliun di pasar negosiasi dan tunai. Sementara di pasar reguler, asing sebenarnya mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp 201,1 miliar.

Aksi jual bersih terbanyak dialami oleh saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp 200,4 miliar, disusul saham PT Indosat Tbk (ISAT) dengan net sell senilai Rp 58,5 miliar. Data BEI mencatat akumulasi net sell asing sepanjang tahun berjalan mencapai Rp 69,6 triliun.

Di tengah pergerakan modal tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BMRI dengan target harga Rp 6.200 per saham. Target ini dihitung menggunakan pendekatan inverse cost of equity lima tahun sebesar 11,6 persen dan asumsi pertumbuhan jangka panjang 3 persen, yang mencerminkan rasio fair value price to book value (FV PBV) 1,8 kali.

Rekomendasi beli juga diberikan oleh Kiwoom Sekuritas yang menetapkan target harga BMRI sebesar Rp 5.400 untuk 12 bulan ke depan. Proyeksi tersebut menempatkan saham BMRI pada P/BV proyeksi 2026 sebesar 1,5 kali, berada di atas level P/BV satu standar deviasi di bawah rata-rata tiga tahun sebesar 1,35 kali.

Pertimbangan Kiwoom Sekuritas didasari oleh fundamental inti BMRI yang dinilai tetap solid meski menghadapi tekanan net interest margin (NIM). Kinerja laba, pertumbuhan kredit, pendapatan non-bunga, serta kualitas aset menjadi penopang utama prospek perseroan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed