Investasi Jepang di Indonesia Tembus US 1,9 Miliar Semester I 2026
Realisasi penanaman modal asing dari Jepang ke Indonesia mencapai US$ 1,9 miliar pada semester I-2026, menjadikannya investor terbesar keempat di Tanah Air. Capaian ini berkontribusi sebesar 6,2 persen terhadap total Penanaman Modal Asing (PMA), sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Rabu (29/7/2026).
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat total realisasi investasi di Indonesia pada periode Januari-Juni 2026 menembus Rp 1.010,6 triliun. Angka tersebut terdiri dari PMA sebesar Rp 507,6 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp 502,9 triliun.
Peningkatan aliran modal asing tersebut dinilai mencerminkan hubungan ekonomi kedua negara yang terus menguat serta menandai tingginya kepercayaan terhadap iklim investasi nasional.
"Kemitraan ini terus menunjukkan tren yang menguat, dan pada semester pertama tahun 2026, Jepang menduduki posisi investor terbesar keempat di Indonesia dengan realisasi sebesar 1,9 miliar dolar AS atau berkontribusi 6,2% terhadap total penanaman modal asing," kata Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Riyatno.
Ia menegaskan bahwa peningkatan angka penanaman modal tersebut memiliki makna strategis bagi hubungan bilateral kedua bangsa.
"Angka ini bukan sekadar statistik, namun merefleksikan kepercayaan yang tumbuh dari sebuah kemitraan panjang," tambahnya.
Pemerintah Indonesia terus memanfaatkan berbagai ajang internasional guna menjaring kerja sama penanaman modal baru. Partisipasi pada World Expo 2025 di Osaka, Jepang, membuahkan potensi investasi hingga US$ 28,9 miliar, dengan komitmen industri hijau dan hilirisasi mencapai US$ 22,3 miliar.
"Bagi kami, ini bukan semata soal mengenalkan produk, ini adalah wujud kemitraan penambahan modal," kata Riyatno.
Kehadiran Paviliun Indonesia dalam pameran dunia tersebut difungsikan sebagai sarana mempererat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kemitraan lanjutan dengan para pelaku usaha Jepang.
"Momentum ini sejalan dengan arah yang kami pegang teguh di Kementerian Investasi dan Hilirisasi, yaitu mendorong investasi yang berkualitas dan berkelanjutan, investasi yang menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan manfaatnya dirasakan merata serta diharapkan dapat membuka peluang investasi berkelanjutan lebih lebar lagi," kata Riyatno.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow