BKPM dan IWIP Dorong Kemitraan UMKM Maluku Utara
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) untuk memperkuat kemitraan dengan pengusaha lokal. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas serta perluasan akses pasar UMKM di Maluku Utara, seperti dilansir dari Investor Daily.
Sinergi tersebut direalisasikan melalui kegiatan Diseminasi Kebijakan Kemitraan Usaha Nasional dalam Rangka Penanaman Modal di Ternate pada Selasa (1/9). Agenda ini mempertemukan 160 pelaku UMKM dengan pihak IWIP serta sejumlah tenant kawasan industri.
Acara tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe dan dilanjutkan oleh Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Bidang Percepatan Hilirisasi dan Peningkatan Pengusaha Nasional Noor Sona Maesana Mushonnif.
Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong masuknya investasi yang bertanggung jawab. Ia berharap masuknya modal dapat memberi dampak luas, termasuk pada sektor kelautan, perikanan, dan perkebunan.
"Pemerintah membutuhkan mitra untuk berkolaborasi memenuhi kebutuhan daerah dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Kami ingin investasi yang berkembang di Maluku Utara juga membuka semakin banyak kesempatan bagi pengusaha lokal. Kami juga bangga kehadiran IWIP telah membawa perubahan bagi Halmahera Tengah," ujar Sarbin Sehe.
Ruang kerja sama dibahas lebih rinci dalam dua sesi business matching. Pihak IWIP bersama tenant memaparkan kebutuhan barang dan jasa melalui dokumen Scope of Work (SoW) serta Bill of Quantities (BoQ) agar pelaku UMKM dapat menyesuaikan kesiapan usaha mereka.
Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Noor Sona Maesana Mushonnif mencatat realisasi investasi Maluku Utara pada Triwulan II 2026 menembus Rp40,2 triliun. Angka ini menempatkan Maluku Utara sebagai lokasi penerima investasi terbesar ketiga di Indonesia.
"Melalui kemitraan yang terarah, UMKM tidak hanya memperoleh akses pasar, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan standar, skala, dan daya saing. Pertemuan ini perlu dilanjutkan menjadi purchase order dan perjanjian kerja sama agar pengusaha lokal dapat tumbuh bersama investasi yang ada," ujar Noor Sona.
Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Delfinur Rizky Novihamzah menambahkan bahwa komitmen kemitraan harus dikawal hingga tahap realisasi. Pemerintah bertugas mempertemukan kebutuhan industri skala besar dengan penyedia jasa lokal yang berlegalitas.
General Manager External Relations IWIP Yudhi Santoso mengungkapkan peluang pemenuhan rantai pasok masih terbuka luas. Kebutuhan tersebut mencakup pasokan bahan pangan, pakaian kerja, logistik, hingga jasa transportasi.
Pada Kuartal II 2026, nilai belanja operasional IWIP kepada UMKM mencapai Rp1,1 triliun. Selain itu, porsi belanja perusahaan di wilayah Maluku Utara telah menyentuh angka 77,6 persen.
"IWIP ingin semakin banyak UMKM lokal yang siap masuk dan bertahan dalam rantai pasok industri. Kami membuka ruang komunikasi dan kerja sama, sekaligus mendorong pelaku usaha untuk memperkuat legalitas, konsistensi kualitas, harga yang kompetitif, ketepatan waktu, dan pelayanan. Aspek-aspek tersebut menjadi fondasi agar kemitraan dapat tumbuh dalam jangka panjang," ujar Yudhi.
Dalam kesempatan itu, IWIP memberikan apresiasi kepada lima mitra lokal. PT Bangun Bumi Mahera meraih Most Improved UMKM Supplier, CV Sritimas Agro Silvae mendapat Best Responsive Supplier, dan CV Satu Tiga Berjaya meraih Best Performing UMKM Supplier. Penghargaan Best Local Community Impact Award diberikan kepada CV Semarak, sedangkan CV Abadi Jaya menerima Best Quality & Reliability Award.
Direktur Utama CV Satu Tiga Berjaya Suhendra Sutjahja membagikan pengalamannya sebagai pemasok daging dan komoditas laut. Ia menyebut keterlibatannya dalam rantai pasok industri menuntut perbaikan tata kelola usaha secara konsisten.
"Kemitraan dengan IWIP menjadi proses belajar bagi kami untuk bekerja lebih tertib, menjaga kualitas, memenuhi jadwal, dan memperbaiki administrasi usaha. Kesempatan seperti ini memberikan akses pasar sekaligus mendorong kami untuk terus meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan industri," ujar Suhendra.
Rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan dorongan sinergi bersama lembaga perbankan. Dukungan pembiayaan diharapkan mampu memperkuat kapasitas operasional UMKM lokal secara berkelanjutan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow