Menteri Rosan Roeslani Catat Investasi Hilirisasi Tembus Rp 300 Triliun

Smallest Font
Largest Font

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani melaporkan realisasi investasi sektor hilirisasi mencapai Rp 300,1 triliun hingga semester I-2026, tumbuh sebesar 6,9 persen secara tahunan, dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis (16/7/2026).

Pencapaian investasi hilirisasi tersebut menyumbang porsi sebesar 29,7 persen dari keseluruhan realisasi investasi nasional hingga akhir Juni 2026. Seperti dilansir dari Detik Finance, sektor mineral menjadi penopang utama dengan menyumbang angka lebih dari Rp 200 triliun dari total keseluruhan investasi.

Pada kuartal II-2026, realisasi investasi hilirisasi tercatat menyentuh angka Rp 152,7 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah tersebut merepresentasikan 29,8 persen dari total investasi pada triwulan kedua tahun ini.

"Kontribusi investasi di bidang hilirisasi ini mencapai hampir 30% atau 29,7%. Peningkatan 6,9% dibandingkan tahun sebelum," ungkap Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

Sektor mineral menyumbang porsi terbesar senilai Rp 206,5 triliun dalam peta investasi hilirisasi nasional. Rinciannya meliputi komoditas nikel sebesar Rp 71 triliun, bauksit Rp 53,8 triliun, tembaga Rp 37,4 triliun, besi baja Rp 30,2 triliun, pasir silika Rp 5,9 triliun, dan mineral lainnya sebesar Rp 8,2 triliun.

Secara khusus pada kuartal II-2026, investasi hilirisasi mineral mencatatkan pergeseran kepemimpinan komoditas dengan total nilai Rp 108,2 triliun. Bauksit mengambil posisi teratas menggeser nikel dengan capaian investasi sebesar Rp 40,1 triliun yang dipicu oleh maraknya pembangunan fasilitas pemurnian baru.

"Biasanya itu nikel selalu di nomor satu, nah ini ada shifting bauksit. Bauksit nomor satu, biasanya kita tahu selalu nikel, nah ini ada shifting bauksit karena memang ada beberapa pembangunan bauksit baik yang dilakukan oleh dalam negeri maupun luar negeri sehingga bauksit ini untuk pertama kali juga mengambil tempat nomor satu sesudah nikel," jelas Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

Sektor lain yang turut berkontribusi di antaranya perkebunan dan kehutanan sebesar Rp 54,4 triliun, yang terdiri dari kelapa sawit Rp 29,5 triliun, kayu log Rp 16,3 triliun, karet Rp 5 triliun, dan produk lainnya Rp 3,6 triliun. Lebih lanjut, sektor minyak dan gas bumi menyumbang Rp 35,4 triliun, sementara perikanan dan kelautan mencatatkan angka Rp 3,8 triliun.

"Nanti kita juga akan mendorong di bidang perkebunan dan kehutanan dan juga hilirisasi dari minyak dan gas bumi termasuk perikanan dan kelautan," jelas Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

Berdasarkan wilayahnya, investasi hilirisasi ini lebih banyak mengalir ke luar Pulau Jawa yang mendominasi dengan persentase 75,7 persen atau senilai Rp 227,3 triliun, sedangkan di Pulau Jawa terealisasi sebesar 24,3 persen atau Rp 72,8 triliun.

"Dalam negeri itu Rp 87,3 triliun sedangkan PMA-nya itu Rp 212,8 triliun. Jadi kita ketahui ini lebih banyak di Maluku Utara, di Sulawesi, di NTB dan lain-lainnya," pungkas Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed