Indonesia Stop Impor Solar Melalui Mandatori Biodiesel B50
Indonesia resmi menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar seiring dengan peluncuran mandatori biodiesel B50 oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 9 Juli 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional memanfaatkan kelapa sawit.
Kebijakan penghematan ini dilansir dari Detik Finance telah diimplementasikan sejak awal bulan Juli 2026. Melalui pemanfaatan komoditas lokal tersebut, pemerintah memproyeksikan penghematan devisa negara yang sangat signifikan mencapai angka Rp 170 triliun.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara dalam sebuah pidato resmi. Kebijakan ini sekaligus menempatkan posisi Indonesia di kancah global dalam hal inovasi bahan bakar nabati.
"Kemarin adalah hari yang sangat bersejarah, saya meresmikan, me-launching, Indonesia negara pertama di dunia yang bisa membuat solar dari tanaman nabati, dari kelapa sawit. Solar kita sekarang 50% dari kelapa sawit ," ujar Prabowo dalam pidatonyanya yang dipantau secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (10/6/2026).
Penghentian pasokan dari luar negeri tersebut langsung diberlakukan sejalan dengan peresmian program baru ini. Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini merupakan keputusan strategis yang mulai berjalan secara bertahap.
"Dan mulai hari-hari ini, kita sudah mulai menghentikan impor solar dari luar negeri," tegas Prabowo menekankan.
Peluncuran ini dinilai bukan hanya sekadar tentang pencapaian di bidang teknologi semata. Pemanfaatan kekayaan alam tersebut sepenuhnya ditujukan untuk kemakmuran masyarakat serta mewujudkan kedaulatan energi nasional.
"Saudara sekalian dengan diluncurkannya program ini Indonesia resmi jadi negara pertama di dunia yang terapkan mandatori biodiesel B50," tegas Prabowo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow