Indonesia Perkuat Keterhubungan Rantai Pasok Teknologi dan Semikonduktor Global

Smallest Font
Largest Font

Penulis : Grace El Dora 25 Aug 2026 | 14:32 WIB

Ilustrasi chip memori untuk pusat data kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI). (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

JAKARTA, investor.id – Indonesia perlu memperkuat keterhubungan dengan rantai pasok teknologi dan semikonduktor global guna meningkatkan kapasitas industri serta mendorong pertumbuhan ekonomi menuju sektor bernilai tambah tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh pejabat lembaga riset Taiwan, Research Institute for Democracy, Society, and Emerging Technology (DSET).

Wakil Direktur Bidang Keamanan Ekonomi DSET Taiwan Chiang Min-yen menyatakan, penguatan integrasi ke dalam rantai pasok global yang telah ada dapat menjadi langkah strategis bagi Indonesia.

"Indonesia dapat mempertimbangkan untuk lebih memperkuat keterhubungannya dengan rantai pasok teknologi dan semikonduktor global yang sudah ada, seiring upayanya untuk masuk ke segmen ekonomi global yang bernilai lebih tinggi," ujar Chiang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (25/8/2026).

Chiang menekankan, pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu fokus utama untuk memperdalam kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Taiwan.

Indonesia disarankan untuk mengirimkan lebih banyak mahasiswa dan insinyur muda guna mengikuti program pelatihan semikonduktor di Taiwan. Langkah ini penting untuk mengasah keterampilan teknis sekaligus membangun jejaring jangka panjang dengan sektor industri dan akademisi.

Selain fokus pada talenta, perluasan kemitraan teknologi dengan berbagai negara seperti Taiwan, Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat (AS) dinilai dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah pergeseran rantai pasok global.

Industri semikonduktor kini menjadi tulang punggung bagi perkembangan teknologi masa depan, mulai dari kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI), kendaraan listrik, hingga perangkat elektronik konsumen. Di tengah persaingan geopolitik dan pergeseran rantai pasok global, banyak negara berkembang berupaya menaikkan kelas ekonominya dari sekadar penyedia bahan baku menjadi bagian dari rantai nilai berteknologi tinggi.

Langkah Indonesia untuk menjajaki kerja sama strategis di bidang pengembangan SDM dan teknologi dengan pemain utama seperti Taiwan menjadi krusial untuk membangun fondasi industri manufaktur canggih nasional dalam jangka panjang.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Indonesia Siap Amankan Posisi dalam Tata Kelola AI Global Lewat WAICO

Korsel Gelontorkan Rp 10 Ribu Triliun demi Kuasai Pasar Chip AI Global

RI Gandeng Raksasa Bisnis AS, Dorong Investasi dan Manufaktur

International 2 menit yang lalu DSET: Indonesia Perlu Perkuat Koneksi Rantai Pasok Teknologi Global DSET Taiwan sebut Indonesia perlu perkuat koneksi rantai pasok semikonduktor global dan SDM untuk dorong ekonomi bernilai tinggi.

Finance 3 menit yang lalu Bank BSN Pacu Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah BSN memperluas penetrasi pasar sekaligus menaikkan tingkat literasi dan inklusi ekonomi serta keuangan syariah dengan akad massal.

Lifestyle 9 menit yang lalu Konservasi Alam Bukan Cost, Tapi Dapat Menghasilkan Nilai Ekonomi Konservasi tidak lagi hanya dipandang sebagai kegiatan yang membutuhkan biaya untuk melindungi kawasan hutan beserta isinya berupa flora dan satwa, tetapi kegiatan konservasi justru dapat menghasilkan nilai ekonomi. Kuncinya adalah manusia sebagai bagian dari ekosistem harus bisa melakukan pengelolaan yang didukung oleh ilmu pengetahuan memadai.

International 20 menit yang lalu Iran Bersumpah Balas Sanksi Ekonomi Baru AS Iran bersumpah balas sanksi ekonomi baru AS dan yakin mitra dagangnya akan menolak tekanan isolasi finansial dari AS.

Market 20 menit yang lalu Sandiaga Uno Jadi Preskom MUTU, Visi Besar Diungkap Sandiaga Uno jadi preskom PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) lewat RUPLSB. Visi besar Sandi diungkap.

International 1 jam yang lalu Ini Negara-Negara yang Paling Berisiko Terdampak Sanksi AS ke Iran AS rilis sanksi ekonomi baru sasar jalur dagang Iran. China, UEA, Turki, Irak, dan India berisiko terkena imbas sanksi sekunder.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed