Indika Energy Bentuk Anak Usaha Baru Perkuat Bisnis Logistik

Smallest Font
Largest Font

PT Indika Energy Tbk (INDY) memperluas jangkauan bisnisnya dengan mendirikan entitas usaha baru sektor logistik dan pelabuhan bernama PT Tujuh Raya Dewi (TRADE) serta PT Tujuh Rasa Daya pada Jumat, 14 Agustus 2026. Pendirian ini dilakukan melalui dua entitas usahanya, yaitu PT Indika Logistic & Support Services (ILSS) dan PT Interport Mandiri Utama (IMU).

ILSS memegang porsi kepemilikan saham mayoritas sebesar 51 persen di anak usaha baru tersebut, sementara IMU menguasai sisanya sebesar 49 persen. Kedua perusahaan tersebut difokuskan untuk menjalankan kegiatan usaha konsultasi manajemen, perdagangan besar berdasarkan kontrak, angkutan barang bermotor, angkutan multimoda, hingga pelayanan kepelabuhanan laut.

"Kedua anak usaha tersebut dimiliki 51% oleh ILSS dan 49% oleh IMU," jelas Stockbit Sekuritas dalam catatannya mengutip keterbukaan informasi Indika Energy.

ILSS dan IMU sendiri merupakan anak perusahaan INDY dengan porsi kepemilikan saham lebih dari 99 persen secara tidak langsung. Melalui pembentukan unit usaha baru ini, laporan keuangan entitas terintegrasi secara penuh ke dalam perseroan.

"INDY belum merinci rencana bisnis spesifik maupun rencana investasi lanjutan untuk kedua entitas tersebut," pungkas Stockbit.

Langkah pembentukan entitas ini diposisikan sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha jangka panjang. Perseroan berupaya memperkuat portofolio bisnis non-batubara demi menjaga keberlanjutan operasi.

"Dengan pembentukan anak perusahaan ini, Perseroan akan memiliki anak usaha baru yang laporan keuangannya akan terkonsolidasi," tulis Adi Pramono, Sekretaris Perusahaan INDY.

Manajemen menegaskan optimismenya terhadap ekspansi ini. Langkah diversifikasi diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas finansial grup Indika Energy.

"Perseroan berkeyakinan bahwa pembentukan ini dilakukan sesuai dengan strategi bisnis diversifikasi Perseroan serta untuk memastikan agar Perseroan fokus pada pelaksanaan kegiatan usaha yang berkelanjutan," pungkas Adi.

Secara finansial, Indika Energy mencatatkan kenaikan pendapatan semester I-2026 sebesar 19,9 persen menjadi US$1,14 miliar dibanding periode sama tahun sebelumnya senilai US$956,81 juta. Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk meroket menjadi US$10,19 juta dari sebelumnya US$2,24 juta.

Peningkatan kinerja didukung oleh pertumbuhan bisnis anak usaha seperti Kideco Jaya Agung, Tripatra, dan Interport. Dalam perdagangan saham Jumat (14/8/2026), harga saham INDY menguat di kisaran 2 hingga 2,40 persen ke level Rp2.550–Rp2.560 per lembar saham.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed