IHSG Turun 0,6 Persen Imbas Tensi AS Iran Dan Sentimen BI

Smallest Font
Largest Font

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi sebesar 36,9 poin atau 0,6 persen ke posisi 6.093 pada penutupan sesi I perdagangan Rabu (29/7/2026). Penurunan ini dipicu oleh akumulasi tekanan sentimen eksternal serta kondisi internal, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Analisis dari Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat bahwa eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memicu kekhawatiran pasar terkait potensi gangguan pasokan energi global. Kondisi geopolitik tersebut memengaruhi pergerakan bursa regional Asia yang cenderung bervariasi.

Di tingkat global, konflik memanas setelah Iran meluncurkan rudal balistik ke area pasukan AS di Timur Tengah. Kendati demikian, pihak militer AS mengklaim telah menggagalkan serangan mendadak tersebut. Respons balasan juga dilakukan militer AS bersama pasukan Arab Saudi terhadap kelompok militan yang didukung Iran di Irak.

Ketegangan kawasan juga meluas hingga ke jalur perdagangan vital Selat Hormuz. Pemerintah Iran menolak usulan Oman mengenai pembagian kendali jalur pelayaran dan memilih untuk mempertahankannya di bawah kekuasaan Teheran.

Selain faktor geopolitik, fokus para pelaku pasar global tertuju pada pengumuman kebijakan moneter bank sentral AS. Konsensus pasar memperhitungkan peluang sebesar 67,9 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan.

"Di sisi lain, pasar menantikan keputusan kebijakan moneter The Fed AS yang akan rilis hari Kamis waktu setempat dengan probabilitas sebesar 67,9% di prediksi akan mempertahankan suku bunga acuannya," tulis Pilarmas dalam ulasan, Rabu (29/7/2026).

Dari dalam negeri, pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) secara mendadak menjadi sorotan lembaga pemeringkat global seperti Moody's Ratings, Fitch Ratings, dan S&P Global Ratings. Ketiga lembaga tersebut menekankan pentingnya independensi bank sentral dan konsistensi arah kebijakan guna menjaga kepercayaan pasar.

Sikap kehati-hatian membuat sebagian besar investor memilih mengambil posisi menanti hingga penetapan pimpinan definitif BI. Di tengah penutupan sesi pertama, saham MGNA, DWGL, ECII, MTWI, dan KOPI mencatatkan kenaikan tertinggi, sementara MCAS, MPRO, BAJA, PRDL, dan ELTY mengalami penurunan terdalam.

"ULTJ. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance 1.350-1.450," tulis Pilarmas, Rabu (29/7/2026).

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed