IHSG Turun Dipengaruhi Sentimen Eksternal dan Kebijakan BI

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 2,63 poin atau 0,04% ke level 6.183 pada sesi I perdagangan Selasa, 28 Juli 2026, dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan internal pasar.

Dilansir dari Investor Daily, pelemahan bursa regional Asia dan kekhawatiran investor menjelang keputusan The Fed menjadi penyebab utama pergerakan IHSG. Meski diperkirakan suku bunga akan dipertahankan, tekanan inflasi yang meningkat memicu spekulasi kemungkinan kenaikan suku bunga pada September mendatang.

Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, kekhawatiran juga muncul dari sektor semikonduktor yang mengalami tekanan, menimbulkan ketidakpastian apakah investasi besar di bidang AI akan memberikan hasil yang cukup bagi produsen chip.

"Tekanan ini seiring meningkatnya kekhawatiran investor tentang apakah investasi AI besar-besaran akan menghasilkan pengembalian yang cukup bagi para pembuat chip," ujar Pilarmas.

Selain itu, harapan pasar mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan keterlibatan AS dalam pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah, yang menyebabkan turunnya harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi serta kemungkinan kenaikan suku bunga.

Namun Trump juga memperingatkan kesiapan AS melanjutkan serangan jika negosiasi gagal, menambah dinamika di pasar energi global.

Dari sisi internal, pasar menantikan arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) setelah pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo. Pilarmas menyatakan bahwa pasar akan mengamati transisi kepemimpinan BI dan dampaknya terhadap kredibilitas serta independensi bank sentral di tengah ketidakpastian global.

"Pasar tentunya menantikan bagaimana transisi kepemimpinan Gubernur BI baru selanjutnya terkait arah kebijakan moneter dan kredibilitas, independensi bank sentral selanjutnya di saat kondisi ketidakpastian global," kata Pilarmas.

Pejabat sementara Gubernur BI menegaskan agar pelaku pasar tidak panik dan menegaskan bahwa arah kebijakan BI tidak berubah dengan seluruh instrumen moneter tetap dijalankan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

Pada sesi pertama, saham-saham seperti AISA, ALKA, BAJA, MCAS, dan KOBX tercatat mengalami kenaikan terbesar, sementara saham KDTN, MPRO, TAMA, BSWD, dan BTEK mengalami penurunan signifikan.

"TINS. Kami merekomendasikan beli dengan support dan resistance 3.400–3.640," tulis Pilarmas.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed