IHSG Turun 1,88 Persen, Emiten AMMN dan TSPC Catat Berita Strategis
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun 1,88% ke level 6.196,43 pada Jumat, 24 Juli, akibat tekanan jual yang dominan di pasar saham domestik, dilansir dari Detik Finance.
Saham MORA, MPRO, dan BULL menguat masing-masing 3,94%, 3,96%, dan 12,31%, menjadi penopang indeks. Namun, saham BMRI turun 5,71%, AMMN melemah 4,27%, dan BUMI terkoreksi 6,56%, menjadi pemberat terbesar.
Investor asing melakukan jual bersih Rp1,25 triliun di pasar reguler dan Rp1,36 triliun di seluruh pasar. Seluruh sektor saham melemah, terutama sektor barang konsumsi siklikal yang turun 3,04%. Bursa saham AS bervariasi dengan Dow Jones naik 0,46%, S&P 500 naik 0,05%, dan Nasdaq turun 0,64%.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyatakan pembangunan smelter tembaga di Sumbawa Barat telah selesai setelah penandatanganan Completion and Project Acceptance Certificate (PAC), yang menandai dimulainya operasi komersial jangka panjang, menurut Detik Finance.
Smelter berstatus Proyek Strategis Nasional itu memiliki kapasitas pengolahan hingga 900 ribu metrik ton konsentrat tembaga per tahun dari tambang Batu Hijau dan Elang.
"Fasilitas ini dirancang untuk memproduksi sekitar 220 ribu ton katoda tembaga dan 830 ribu ton asam sulfat setiap tahun," ujar AMMN.
Selain itu, PMR memurnikan konsentrat menghasilkan 579 ribu ons emas murni, 1,8 juta ons perak murni, serta 77 ton selenium per tahun.
AMMN telah menghasilkan katoda tembaga perdana pada Maret 2025 dan emas murni pertama pada Juli 2025. Penyelesaian PAC memperkuat posisi AMMN sebagai entitas pertambangan terintegrasi dari penambangan hingga pemurnian.
PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) menjalin kerja sama joint venture dengan Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group (CTTQ), anak usaha Sino Biopharmaceutical, membentuk Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia (TCBI), dengan kepemilikan 51% oleh Sino Biopharmaceutical dan 49% oleh TSPC.
"Kerja sama ini mencakup transfer teknologi farmasi untuk memperkuat lini specialty pharmaceutical dan fasilitas biofarmasi dalam negeri," kata TSPC.
Meski pendapatan kuartal I-2026 TSPC naik 4,12% menjadi Rp3,41 triliun, laba bersih tercatat Rp351,81 miliar, turun dari Rp409,22 miliar tahun sebelumnya.
PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencatat pendapatan semester I-2026 sebesar Rp1,78 triliun, naik 33,23% dibandingkan tahun lalu, dan laba bersih meningkat 18,74% menjadi Rp732,53 miliar, didukung bisnis jasa kolokasi di Bekasi.
Perusahaan sedang menyelesaikan pembangunan pusat data JK6 tahap 3 hingga 5 dengan progres 80%, ditargetkan beroperasi tahun ini, serta memulai pembangunan pusat data JK7 dan JK8 untuk menambah kapasitas layanan kolokasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow