IHSG turun 0,69 persen pada sesi pertama Senin 24 Agustus 2026
IHSG Bursa Efek Indonesia pada sesi pertama Senin 24 Agustus 2026 turun 0,69% atau 45,04 poin menjadi 6.480,65 setelah dibuka menguat tipis, dengan mayoritas indeks sektoral melemah. Nilai transaksi mencapai Rp9,03 triliun dan memperlihatkan aktivitas 24,79 miliar lembar saham.
PT Bumi Resources Tbk mencatat transaksi tertinggi dengan nilai Rp526 miliar, sedangkan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk sebesar Rp468 miliar. Harga saham BUMI turun 0,51% dan DSSA naik 1,90% pada sesi pertama.
Di antara indeks sektoral IDX-IC, dua sektor masih menguat, yakni basic materials naik 0,71% dan industri naik 0,15%. Sementara itu, pada perdagangan Senin sore IHSG ditutup melemah 24,02 poin atau 0,37% ke 6.501,67.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan pelemahan bursa Asia dipengaruhi kondisi regional yang cenderung melemah menjelang konferensi pers Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent terkait rencana sanksi tambahan terhadap Iran.
"Bursa regional Asia cenderung melemah seiring pelemahan futures saham Amerika Serikat (AS) menjelang konferensi pers Menteri Keuangan, AS Scott Bessent terkait rencana sanksi tambahan terhadap Iran. Meski Iran menyatakan langkah tersebut tidak akan melemahkan Teheran," ujar Maximilianus Nico Demus.
Ia menambahkan pasar Asia menantikan pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China pada 25-28 Agustus 2026 untuk mencari sinyal kebijakan baru, terutama setelah data ekonomi yang mengecewakan dan komitmen memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Pelaku pasar dalam negeri ikut menekan IHSG karena kekhawatiran defisit transaksi berjalan yang melebar ke level tertinggi sepanjang sejarah. Bank Indonesia mencatat defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II 2026 melebar menjadi 12,5 miliar dolar AS atau 3,3% dari PDB.
Maximilianus Nico Demus juga menyebutkan BI mencatat defisit transaksi berjalan tersebut sebagai faktor yang berpengaruh pada sentimen pasar. Di sesi kedua, IHSG tetap berada di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Investor asing pada sesi pertama tercatat melakukan net sell sebesar Rp391,96 miliar dan membukukan net sell 1,40 miliar lembar saham berdasarkan volume yang diperdagangkan.
Frekuensi perdagangan saham tercatat 2.171.000 kali transaksi dengan volume 34,23 miliar lembar senilai Rp14,26 triliun. Sebanyak 276 saham naik, 384 saham menurun, dan 303 saham tidak bergerak.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow