IHSG Diprediksi Menguat Terbatas di Tengah Perang Dagang AS-Kanada
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat terbatas pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026, di tengah ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan Kanada serta kebijakan pemerintah terkait subsidi BBM, dilansir dari Investor Daily.
Pada perdagangan Jumat (21/8/2026), IHSG ditutup naik 24,1 poin atau 0,37% ke level 6.525. Sektor barang baku menunjukkan kenaikan paling kuat sebesar 0,62%, sedangkan sektor kesehatan menjadi yang terlemah dengan penurunan 0,88%.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan rentang support dan resistance di angka 6.440 hingga 6.630.
Ketegangan perang dagang antara AS dan Kanada makin meningkat setelah Kanada mengambil langkah balasan berupa tarif atas produk AS senilai US$ 20 miliar yang akan berlaku mulai 8 September. Langkah ini muncul setelah pembicaraan gagal dan AS mengenakan tarif impor 50% pada berbagai produk dari Kanada.
"Kanada akhirnya melawan Amerika karena mungkin kali ini sudah mulai kehilangan kesabarannya," kata Pilarmas.
Pihak Kanada, melalui Mark Carney, sebelumnya sudah berupaya meredakan ketegangan dengan mencabut tarif balasan dan membatalkan pajak layanan digital, serta membuat kesepakatan untuk membuka jembatan penghubung Detroit-Windsor yang menguntungkan AS.
Namun, Presiden AS saat itu masih bersikukuh menerapkan Pasal 338 untuk mengenakan tarif pada produk Kanada senilai US$ 20 miliar, termasuk baja, susu, peralatan rumah tangga, alat pertanian, elektronik, pulp, dan kertas.
"Meskipun sudah diperingatkan akan eskalasi perang dagang senilai hingga US$ 900 miliar, Carney tampaknya siap menghadapi AS," tambah Pilarmas.
Carney juga menunjukkan komitmen untuk menggalang negara-negara berukuran menengah agar menolak tekanan dari negara adidaya, sesuai dengan pernyataannya di Forum Ekonomi Dunia di Davos awal tahun lalu.
Selain itu, pemerintah Indonesia berencana memperketat penyaluran subsidi BBM dengan mempertimbangkan jenis kendaraan, khususnya untuk membatasi konsumsi oleh kelompok masyarakat mampu atau desil 10.
Dewan Energi Nasional (DEN) menilai pengendalian konsumsi BBM subsidi memang diperlukan, namun implementasi harus memperhatikan kondisi masyarakat dan karakteristik kendaraan agar subsidi tetap tepat sasaran.
"Kami menilai pembatasan subsidi BBM berdasarkan jenis kendaraan positif untuk meningkatkan ketepatan sasaran dan mengurangi beban subsidi APBN," ujar Pilarmas.
Kebijakan ini diperkirakan berpotensi menekan daya beli dan mendorong kenaikan biaya transportasi dalam jangka pendek, namun dalam jangka menengah dapat berdampak positif jika penghematan subsidi dialihkan ke belanja produktif dan program sosial.
Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham MINA, DSSA, dan EXCL untuk trading pada Senin, 24 Agustus 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow