IHSG Diprediksi Menguat Didukung Kenaikan Harga Minyak dan Aksi Investor Asing

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu, 2 September 2026, meski indeks di bursa Wall Street melemah yang berpotensi jadi sentimen negatif pasar, dilansir dari Investor Daily.

Penguatan IHSG didorong oleh kenaikan harga komoditas energi dan aksi beli investor asing. CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak variatif dengan kecenderungan menguat pada kisaran support 6.535-6.470 dan resist 6.665-6.730.

Perdagangan di Wall Street pada awal bulan September ditutup melemah karena kekhawatiran investor atas potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed yang dipicu oleh inflasi dan lonjakan harga minyak mentah. Kenaikan imbal hasil obligasi Amerika dan global juga ikut mendorong pelemahan pasar saham tersebut.

Harga minyak mentah jenis WTI naik 5,2% ke level US$ 90,22 per barel, sementara Brent naik 4,6% ke US$ 94,65 per barel setelah Amerika melakukan serangan terhadap target terkait Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai respons serangan terhadap kapal dan personel militer Amerika di Selat Hormuz.

Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun Amerika, Jepang, dan Jerman mencatatkan rekor tertinggi masing-masing sejak Januari 2025, Agustus 1996, dan 2011.

CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham LSIP, SIMP, MEDC, BMRI, BBCA, dan BUMI untuk trading pada hari tersebut.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed