IHSG Menguat ke Level 6599 di Tengah Sentimen Global

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (1/9/2026) di zona hijau dengan melesat 1,14 persen atau naik 74,46 poin ke level 6.599,94. Penguatan indeks saham domestik ini terjadi di tengah pelemahan mayoritas bursa kawasan Asia serta penurunan indeks acuan di Wall Street.

Laju IHSG sepanjang hari bergerak pada rentang 6.535 hingga 6.586 pada sesi pertama sebelum akhirnya ditutup mendekati level psikologis 6.600. Nilai transaksi di seluruh pasar saham tercatat mencapai Rp20,74 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 59,69 miliar lembar saham yang ditransaksikan sebanyak 2,65 juta kali.

Sektor perindustrian memimpin penguatan dengan kenaikan 3,71 persen, diikuti oleh sektor teknologi yang melesat 2,90 persen. Dari 11 sektor saham yang diperdagangkan, sebanyak sembilan sektor berakhir di zona hijau, sementara sektor barang baku mengalami pelemahan sebesar 0,56 persen.

Penguatan indeks didorong oleh pergerakan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melonjak 4,00 persen, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 1,93 persen, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bertambah 2,13 persen. Investor asing merealisasikan aksi beli bersih sebesar Rp1,76 triliun di pasar reguler dan Rp2,03 triliun di seluruh pasar.

Selain saham perbankan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp1,41 triliun dengan harga saham yang meningkat 7,29 persen. Sebaliknya, beberapa saham mengalami koreksi seperti PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang turun 3,95 persen dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BRMS) yang melemah 2,67 persen.

Perdagangan awal September 2026 ini juga menjadi periode efektif bagi sepuluh saham asal Indonesia yang dikeluarkan dari indeks global MSCI. Meskipun keluar dari indeks acuan tersebut, sejumlah emiten seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) bertahan di level Rp50 per lembar, sedangkan PT Bank Jago Tbk (ARTO) naik 2,06 persen dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) melesat 10,41 persen.

Di barisan saham top gainers, lima saham mencatatkan kenaikan hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA), di antaranya PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) yang naik 25 persen ke level Rp1.100 dan PT Steady Safe Tbk (SAFE) yang menguat 25 persen ke level Rp875. Di sisi lain, PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) menjadi pimpinan top losers setelah anjlok 14,55 persen ke level Rp141 hingga membentur batas auto rejection bawah (ARB).

Pasar saham domestik turut diwarnai oleh aksi korporasi sejumlah emiten, seperti PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) yang merencanakan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak 11,80 miliar saham baru. Sementara itu, PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) menyiapkan belanja modal sebesar Rp300 miliar untuk pengembangan proyek infrastruktur pendukung pusat perbelanjaan.

Prakirawan Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai IHSG berpotensi melanjutkan penguatan ke level 6.705 jika mampu bertahan di atas level 6.635 pada perdagangan selanjutnya. Jika pergerakan indeks gagal bertahan di atas level tersebut, IHSG diproyeksikan bakal berkonsolidasi pada rentang 6.535 hingga 6.635.

"Jika tidak, diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran 6.535-6.635," kata analis Phintraco Sekuritas.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed