IHSG Menguat 1,14 Persen ke Level 6.599 pada 1 September 2026

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sebesar 74,4 poin atau 1,14 persen ke level 6.599,9 pada penutupan perdagangan bursa di Jakarta, Selasa (1/9/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Lonjakan IHSG disokong oleh kenaikan mayoritas sektor saham, dengan penguatan tertinggi dicatatkan oleh sektor perindustrian yang melesat 3,7 persen. Sektor teknologi turut melonjak 2,9 persen, disusul energi 2,39 persen, dan keuangan 1,48 persen. Sebaliknya, penurunan terjadi pada sektor barang baku sebesar 0,56 persen serta sektor infrastruktur 0,12 persen.

Aktivitas perdagangan mencatatkan sebanyak 420 saham mengalami kenaikan, 233 saham terkoreksi, dan 310 saham berada di posisi stagnan. Total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia menembus angka Rp 20,04 triliun.

Di antara saham-saham unggulan LQ45, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatat penguatan tertinggi sebesar 11,04 persen, disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 7,29 persen. Selain itu, delapan saham menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) dengan lonjakan harga kisaran 25 persen hingga 34,9 persen, dipimpin PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) yang melesat 34,9 persen ke level Rp 85 per saham.

Sebaliknya, jajaran saham yang terkoreksi signifikan antara lain PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) yang merosot 13,9 persen menjadi Rp 142 dan PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) yang anjlok 10,14 persen ke posisi Rp 266 per saham.

Laju positif pasar domestik terdorong oleh kepastian kepemimpinan bank sentral setelah pengesahan Destry, yang dinilai Pilarmas Investindo Sekuritas memberikan kepastian arah kebijakan moneter di tengah volatilitas global. Sentimen positif juga ditopang data inflasi Agustus 2026 dari BPS sebesar 0,21 persen secara bulanan (3,19 persen YoY) yang tetap berada dalam sasaran target, serta surplus neraca perdagangan Juli 2026 sebesar US$ 120 juta.

Meski menguat, pasar saham masih berhadapan dengan kontraksi PMI Manufaktur Indonesia Agustus 2026 yang turun ke 49,8 dari 50,2 pada bulan sebelumnya. Selain itu, eskalasi ketegangan Amerika Serikat dan Iran yang mengancam pasokan energi global serta proyeksi kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi tantangan eksternal bagi pergerakan indeks.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed