IHSG Berpotensi Menguat di Tengah Sentimen Global 14 Juli 2026
Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada sesi perdagangan Selasa, 14 Juli 2026. Prospek pergerakan indeks ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik.
Dilansir dari Investor Daily, bertahannya peringkat utang Indonesia dengan outlook stabil diprediksi menjadi pendorong positif bagi pergerakan indeks. Di sisi lain, pelemahan indeks di bursa Wall Street akibat lonjakan harga minyak mentah berpotensi membayangi pasar sebagai sentimen negatif.
"IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.900-5.760 dan resist 6.175-6.315," tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasan, Selasa (14/7/2026).
Koreksi yang terjadi di bursa Wall Street pada awal pekan dipicu oleh kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Donald Trump kembali memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, langkah yang langsung memicu lonjakan harga minyak mentah dunia.
"Kami memberlakukan kembali blokade Iran yang dinamai demikian karena blokade ini hanya mencegah kapal-kapal atau pelanggan Iran untuk masuk atau keluar," tulis Donald Trump dalam unggahannya di Truth Social.
"Mulai saat ini, Amerika Serikat akan dikenal sebagai penjaga Selat Hormuz namun sebagai penegak keadilan, AS akan menerima penggantian biaya sebesar 20% dari nilai seluruh kargo yang dikirim, untuk menutupi segala biaya yang diperlukan dalam menjalankan tugas menjaga keselamatan dan keamanan di wilayah dunia yang sangat rawan ini," kata Donald Trump menambahkan.
Imbas dari kebijakan tersebut, harga minyak jenis WTI melonjak hingga 9,4% menuju level US$ 78 per barel. Sementara itu, minyak mentah jenis Brent turut menguat sebesar 9,6% ke posisi US$ 83 per barel.
Untuk menghadapi dinamika pasar pada perdagangan Selasa, 14 Juli 2026, CGS International Sekuritas Indonesia memberikan beberapa rekomendasi saham yang dapat dicermati untuk aktivitas trading harian. Beberapa saham pilihan tersebut meliputi BBCA, BMRI, BBNI, BBRI, BBTN, dan ADRO.
Kondisi pasar ini terjadi setelah pada hari sebelumnya asing mencatat transaksi jual bersih. Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, MAPI, dan ASII dilepas oleh investor asing meskipun indeks ditutup menguat pada Senin, 13 Juli 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow