IHSG Anjlok Akibat Rebalancing MSCI Meski Bursa Wall Street Menguat
Hasil pengumuman evaluasi indeks MSCI memicu aksi jual masif yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan hingga merosot 1,13 persen ke level 6.301,77 pada penutupan perdagangan Kamis (13/8/2026). Pergerakan ini terjadi saat pasar keuangan domestik ditutup bervariasi menjelang agenda sidang tahunan MPR.
Pelemahan bursa saham domestik dipimpin oleh penurunan saham PT Bank Central Asia Tbk yang membebani indeks sebesar 7,48 poin. Selain itu, tekanan juga datang dari PT Amman Mineral Internasional Tbk sebesar 7,14 poin dan PT Barito Pacific Tbk sebesar 5,25 poin.
Sentimen negatif utama bersumber dari keputusan MSCI yang tidak memasukkan saham Indonesia ke dalam MSCI Global Standard Indexes. MSCI justru mengeluarkan GOTO dari MSCI Indonesia Investable Market Index serta menurunkan kelas PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk ke MSCI Global Small Cap Indexes.
Gelombang pelepasan aset oleh investor asing mencatatkan nilai penjualan bersih sebesar Rp1,41 triliun di seluruh pasar. Kondisi tersebut memperbesar akumulasi arus modal keluar investor asing di pasar reguler menjadi Rp96,56 triliun sepanjang tahun berjalan.
Sebaliknya, nilai tukar rupiah justru berhasil keluar dari tekanan dengan menguat tipis 0,03 persen ke level Rp17.860 per dolar AS. Pergerakan positif mata uang garuda ini sekaligus menghentikan tren pelemahan yang sempat terjadi selama dua hari berturut-turut.
Dari pasar global, indeks Wall Street mencatatkan penguatan yang dipimpin oleh kenaikan Indeks S&P 500 sebesar 0,65 persen hingga menembus level 7.800 untuk pertama kalinya. Laju bursa AS disokong oleh melandainya data inflasi produsen serta penurunan harga minyak mentah dunia.
Data Indeks Harga Produsen AS untuk periode Juli tercatat stagnan di level 0 persen secara bulanan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan estimasi konsensus ekonom yang memproyeksikan kenaikan sebesar 0,2 persen.
"Gambaran inflasi saat ini belum cukup untuk menggagalkan pasar yang pada dasarnya masih didorong oleh kinerja laba perusahaan," kata Bill Merz, Kepala Riset Pasar Modal di U.S. Bank Asset Management.
Penguatan di Wall Street juga didorong oleh kenaikan harga saham teknologi seperti Meta Platforms, Micron Technology, dan Netflix. Meski demikian, saham Cisco Systems melorot lebih dari 8 persen akibat laporan kinerja keuangan yang mengecewakan pasar.
Pelaku pasar keuangan domestik selanjutnya memfokuskan perhatian pada arah kebijakan ekonomi serta penyampaian nota keuangan pemerintah yang dijadwalkan berlangsung di Gedung DPR RI.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow