Harga Minyak WTI Diperkirakan Naik Akibat Ketegangan AS-Iran di Timur Tengah
Analis memperkirakan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) akan terus naik pekan depan seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di wilayah Timur Tengah.
Ibrahim Assuaibi, Analis Mata Uang dan Komoditas, menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik di kawasan itu menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.
"Kita melihat bahwa permasalahan geopolitik di Timur Tengah terus dijadikan sebagai acuan terhadap memanasnya harga minyak dunia. (Baru-baru ini) Amerika Serikat dan Israel dilaporkan sedang mempersiapkan pengeboman besar-besaran terhadap infrastruktur energi Iran minggu depan," ujar Ibrahim pada Minggu (2/8/2026).
Dia menambahkan bahwa hingga kini Laut Merah masih diblokade, yang merupakan salah satu jalur transportasi untuk minyak mentah Arab Saudi. Selain itu, transportasi di Selat Hormuz juga masih terbatas.
Pada perdagangan Jumat (31/7/2026), harga minyak dunia ditutup melejit lebih dari 1%, dengan minyak Brent untuk kontrak Oktober naik US$ 1,09 (1,2%) menjadi US$ 90,12 per barel.
Kenaikan ini menjadi yang terbesar dalam bulan berjalan sejak Maret, dipicu oleh kekhawatiran gangguan pasokan minyak global akibat hambatan di jalur distribusi energi Selat Hormuz.
Harga minyak mentah WTI Amerika Serikat juga menguat sebesar US$ 1,08 (1,3%) menjadi US$ 84,67 per barel.
Ibrahim memproyeksikan harga minyak WTI dalam sepekan ke depan bergerak di kisaran US$ 80,50 hingga US$ 96 per barel.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow