Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari Lima Persen

Smallest Font
Largest Font

Harga minyak mentah dunia merosot lebih dari 5 persen pada perdagangan Selasa (4/8/2026) hingga menyentuh level terendah dalam tiga pekan terakhir. Penurunan harga komoditas ini dipicu oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Berdasarkan data perdagangan, harga minyak Brent merosot US$ 4,41 atau 5,3 persen menjadi US$ 79,36 per barel. Pada saat yang sama, minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah US$ 4,57 atau 5,7 persen ke tingkat US$ 75,77 per barel.

Tekanan terhadap harga terjadi seiring majunya pembahasan antara Amerika Serikat, Iran, dan Oman terkait kelancaran pelayaran di Selat Hormuz. Jalur laut strategis tersebut sebelumnya dilalui sekitar seperlima dari total perdagangan minyak dan gas dunia.

Pemerintah Amerika Serikat mengonfirmasi adanya perkembangan positif dalam proses diplomasi kawasan tersebut.

"Pembahasan mengenai kelancaran pelayaran di Selat Hormuz menunjukkan kemajuan, meski kesepakatan akhir belum tercapai," kata Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS.

Sebelumnya, peluang tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis itu juga diperkirakan dapat terjadi dalam waktu dekat oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent.

Proses negosiasi ini turut mendapat dukungan dari pemerintah Qatar yang aktif memfasilitasi dialog untuk meredakan ketegangan geopolitik.

"Pembicaraan untuk mengakhiri konflik terus berlangsung," kata Majed Al-Ansari, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar.

Di sisi lain, perundingan antara Israel dan Libanon yang dimediasi oleh AS telah dimulai pada Selasa dan dijadwalkan berlangsung hingga Kamis. Prospek diplomasi tersebut dinilai berhasil mengikis premi risiko geopolitik yang sebelumnya melambungkan harga minyak.

"Prospek penyelesaian diplomatik telah mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang harga minyak setelah AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran bulan lalu," kata Simon-Peter Massabni, Kepala Pengembangan Bisnis XS.com.

Ia menambahkan bahwa jika negosiasi AS-Iran terus menunjukkan kemajuan, pasar akan memperkecil risiko gangguan pasokan sehingga tekanan harga dapat berlanjut.

"Jika negosiasi AS-Iran terus menunjukkan kemajuan, pasar akan semakin memperkecil risiko terganggunya pasokan minyak sehingga tekanan terhadap harga minyak dapat berlanjut," kata Simon-Peter Massabni, Kepala Pengembangan Bisnis XS.com.

Meskipun demikian, analisis dari ANZ mencatat bahwa pemulihan lalu lintas kapal di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb masih sangat terbatas akibat risiko serangan yang ada. Sementara itu, Goldman Sachs memproyeksikan harga minyak Brent bergerak stabil di rentang US$ 80–90 per barel selama belum ada kesepakatan baru atau eskalasi konflik yang lebih besar.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed