Harga Emas Terkoreksi ke Level US 4394 Per Ons
Harga emas berpotensi mengalami koreksi lanjutan pada perdagangan Selasa (18/8/2026) setelah gagal mempertahankan momentum di atas level resistance US$ 4.417 per ons troi, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Komoditas ini tercatat turun 0,5 persen ke level US$ 4.394,88 per ons troi.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menyampaikan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 mulai memperlihatkan indikasi kehilangan momentum penguatan. Tekanan beli dinilai belum memadai untuk mendorong harga bergerak ke area yang lebih tinggi.
"Kondisi ini membentuk false break, yang menunjukkan tekanan beli belum cukup kuat untuk membawa harga memasuki area yang lebih tinggi," ujar Geraldo Kofit, Analis Dupoin Futures.
Kegagalan menembus level krusial tersebut memicu potensi aksi ambil untung dari para pelaku pasar. Apabila tekanan jual berlanjut, harga emas berpeluang menuju area support US$ 4.348 per ons troi yang menjadi titik penentu pergerakan selanjutnya.
"Jika harga mampu bertahan dan kembali mendapat momentum beli, peluang technical rebound masih terbuka. Sebaliknya, penembusan support tersebut dapat membuka ruang pelemahan lebih lanjut," kata Geraldo Kofit, Analis Dupoin Futures.
Di sisi lain, kondisi fundamental pasar masih memberikan dukungan bagi pergerakan harga logam mulia tersebut. Pelemahan mata uang dolar AS serta penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed menjadi faktor pendorong utama.
"Investor kini menunggu risalah pertemuan terbaru The Fed yang akan dirilis Rabu (19/8/2026) untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter," jelas Geraldo Kofit, Analis Dupoin Futures.
Selain faktor moneter, eskalasi ketidakpastian geopolitik juga berpotensi menopang harga emas sebagai aset aman. Prospek kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran memburuk pasca-berakhirnya masa gencatan senjata, disertai penurunan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
"Namun, pelemahan dolar, ekspektasi suku bunga yang lebih rendah, dan ketegangan geopolitik dapat membatasi tekanan jual," tutup Geraldo Kofit, Analis Dupoin Futures.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow