Harga Emas Dunia Anjlok Lebih dari Satu Persen Akibat Profit Taking

Smallest Font
Largest Font

Aksi ambil untung merontokkan harga emas dunia hingga lebih dari 1% pada perdagangan Kamis (13/8/2026) setelah sebelumnya sempat melonjak ke level tertinggi dalam dua bulan terakhir, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Harga emas spot ditutup merosot 1,3% ke level US$ 4.351,07 per ons troi, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni 2026 di posisi US$ 4.449,39 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS melembag sebesar 1,35% menjadi US$ 4.407,1 per ons troi.

Penurunan tajam ini terjadi di tengah kuatnya hambatan teknis yang dihadapi oleh komoditas logam mulia tersebut saat mendekati ambang batas harga tertentu.

"US$ 4.500 per ons troi merupakan titik resistance besar bagi emas," ujar Bob Haberkorn, Analis strategi pasar senior StoneX.

Kenaikan harga emas sebelumnya ditopang oleh rilis data inflasi AS yang sesuai ekspektasi pasar, di mana Indeks Harga Konsumen (CPI) Juli 2026 melandai ke angka 3,4% dari 3,5% pada Juni. Indeks Harga Produsen (PPI) AS juga stagnan pada Juli karena penurunan harga barang mengimbangi kenaikan biaya jasa.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September kini menyusut menjadi 35% dari sebelumnya 40%. Kondisi suku bunga rendah umumnya menguntungkan emas karena mengurangi biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil.

Di sisi lain, pejabat sentral AS masih menyuarakan pandangan berbeda mengenai arah kebijakan moneter mendatang.

Presiden The Fed Bank of Cleveland Beth Hammack pada Rabu (12/8/2026) kembali menyuarakan perlunya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Meskipun terjadi penyesuaian harga pada perdagangan harian, pergerakan emas secara mingguan masih mencatatkan tren positif yang signifikan.

Analis independen Tai Wong menilai, aksi profit taking wajar terjadi setelah harga emas mencatat kenaikan signifikan.

Lonjakan harga dalam sepekan terakhir dipicu oleh aksi korporasi dan pembelian intensif dari para pelaku pasar.

Menurut dia, harga emas telah melonjak sekitar 9% dalam sepekan, didorong pembelian dari China dan investor ritel. Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku pasar mulai merealisasikan keuntungan.

Tekanan jual juga bertepatan dengan posisi harga emas yang berada di sekitar area rata-rata pergerakan 100 hari. Pelemahan ini turut menjalar ke komoditas logam mulia lainnya, di mana perak spot turun 1,34% ke US$ 64,46 per ons, platinum melorot 2,15% ke US$ 1.718,9 per ons, dan palladium anjlok 4,44% ke level US$ 1.308,41 per ons.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed