Harga Emas Tembus US$ 4.300 Usai Data Tenaga Kerja AS Melemah
Harga emas melonjak tajam pada perdagangan Jumat (7/8/2026) hingga menembus level US$ 4.300 per ons troi. Lonjakan ini dipicu oleh rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar, sehingga meredam spekulasi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau The Fed.
Seperti dilansir dari Investor Daily, harga emas spot ditutup menguat 2,39% ke level US$ 4.342,18 per ons troi. Logam mulia ini sempat melesat lebih dari 3% dan menyentuh angka tertinggi dalam tujuh minggu terakhir.
Penguatan tajam tersebut membawa emas mencatatkan performa mingguan terbaiknya sejak pertengahan Januari 2026. Sepanjang pekan ini, total akumulasi kenaikan harga emas telah melebihi angka 7%.
Pergerakan seirama juga terjadi pada kontrak berjangka emas AS yang menguat 2,37% hingga ditutup pada posisi US$ 4.401,3 per ons troi.
Sinyal positif di pasar logam mulia ini muncul setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan penurunan nonfarm payrolls sebanyak 23.000 pekerjaan pada Juli. Angka tersebut berbanding terbalik dari proyeksi para ekonom yang memperkirakan adanya penambahan 80.000 lapangan kerja.
Selain penurunan di bulan Juli, data pekerjaan pada Juni turut direvisi turun. Jumlah penambahan tenaga kerja yang sebelumnya tercatat naik 20.000 kini telah disesuaikan ke angka yang lebih rendah.
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, menilai pelemahan sektor tenaga kerja memperkecil peluang Bank Sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan mendatang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow