Harga Emas Berpotensi Semakin Menarik Usai AS Perbesar Buyback Obligasi

Smallest Font
Largest Font

JAKARTA, investor.id – Harga emas berpotensi semakin menarik setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) memperbesar pembelian kembali (buyback) obligasi pemerintah berjangka panjang. Perusahaan jasa keuangan asal Swiss, Julius Baer, menilai langkah tersebut dapat menekan imbal hasil (yield) obligasi sekaligus melemahkan dolar AS, sehingga memberikan dukungan bagi harga emas dan perak.

Harga emas hari ini terlihat turun 0,11% ke level US$ 4.444,11 per ons troi saat berita ditulis. Pada Senin (31/8/2026), harga emas spot ditutup turun 0,13% menjadi US$ 4.449,19 per ons troi.

Departemen Keuangan AS sebelumnya mengejutkan pasar dengan mengumumkan rencana untuk setidaknya menggandakan jumlah obligasi obligasi berjangka panjang yang akan dibeli kembali mulai September.

“Idenya adalah jika pemerintah membeli lebih banyak obligasi, harga obligasi seharusnya naik dan yield-nya turun. Yield yang lebih rendah akan mengurangi biaya pinjaman di seluruh perekonomian,” kata analis Julius Baer dikutip dari Kitco News, Selasa (1/9/2026).

Menurut Julius Baer, pengumuman tersebut sempat menyebabkan penurunan signifikan pada yield obligasi jangka panjang. Namun, sebagian besar penurunan tersebut kemudian kembali berbalik.

Analis Julius Baer menilai, masih terlalu dini untuk mengategorikan keputusan tersebut sebagai bentuk intervensi besar terhadap pasar obligasi. Namun, diperlukan langkah yang lebih besar untuk mendorong yield obligasi turun secara signifikan. Peningkatan pembelian kembali obligasi pemerintah AS berjangka panjang turut memberikan tekanan terhadap dolar AS.

Kebijakan tersebut kembali menghidupkan pembahasan mengenai USD debasement trade, yang mencerminkan kekhawatiran bahwa kombinasi yield lebih rendah, dolar melemah, dan meningkatnya utang AS dapat secara bertahap mengikis daya beli dolar.

“Keputusan obligasi AS untuk meningkatkan buyback obligasi pemerintah jangka panjang telah berkontribusi terhadap pelemahan dolar dengan membantu membatasi yield obligasi jangka panjang,” tulis analis Julius Baer.

Rotasi Aset

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Harga Emas Nyaris Jebol Level Terendah 2 Pekan, The Fed Jadi Biang Kerok

Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Selasa 1 September 2026

Rupiah Diprediksi Kembali Jeblok, Ini Penyebabnya

Rupiah Kembali Diuji Tekanan Ganda

Saham Bank Central Asia (BBCA) Tak Lagi Sama

Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Katanya

Perubahan Drastis Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

IHSG Konsolidasi Jelang Rilis Data Penting, tapi 6 Saham Calon Cuan

Bukit Asam (PTBA) Raup Rp 2,65 Triliun

Penulis : Indah Handayani 1 Sep 2026 | 06:25 WIB

Penurunan yield mengurangi sebagian keunggulan imbal hasil yang selama ini menjadi daya tarik aliran modal global ke aset-aset AS. Kondisi tersebut membuat investor kembali melirik aset yang dinilai mampu mempertahankan nilai dalam jangka panjang.

“Dalam kondisi tersebut, investor semakin beralih ke emas dan perak sebagai aset penyimpan nilai potensial, dengan prospek emas tetap sangat konstruktif,” kata Julius Baer.

Menurut Julius Baer, program buyback obligasi mendukung logam mulia karena membatasi tekanan kenaikan yield obligasi jangka panjang sekaligus berkontribusi terhadap pelemahan dolar AS.

Yield yang lebih rendah membuat biaya peluang memegang emas dan perak menjadi lebih kecil. Kedua logam mulia tersebut tidak memberikan pendapatan seperti obligasi, sehingga biasanya menjadi kurang menarik ketika yield meningkat.

Sebaliknya, ketika yield turun, daya tarik emas dan perak sebagai aset penyimpan nilai dapat meningkat. Pelemahan dolar juga cenderung membuat emas lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar.

Julius Baer menilai kebijakan tersebut memang belum dapat dikategorikan sebagai awal penerapan resmi yield curve control. Namun, langkah tersebut dinilai telah memperbaiki prospek logam mulia dengan mengurangi risiko penurunan harga dan mendukung kenaikan estimasi nilai wajar.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed