Harga Emas Berkonsolidasi Menjelang Pidato Ketua The Fed
Harga emas bergerak relatif tertahan dan memasuki fase konsolidasi di Jakarta pada Kamis (27/8/2026), setelah mencatatkan rekor tertinggi harian selama tujuh sesi beruntun, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Pelaku pasar kini menantikan petunjuk arah kebijakan ekonomi dari pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole.
Pergerakan emas saat ini berada pada titik keseimbangan yang tergolong jarang terjadi. Setelah mengalami kenaikan beruntun, penutupan harga tercatat relatif datar dalam rentang perdagangan paling sempit sejak akhir Juli, sementara rata-rata pergerakan 200 hari di tingkat US$ 4.635 bergerak fungsi menjadi area support.
Head of Research Pluang, Jason Gozali memberikan tanggapan terkait kondisi pasar terkini.
"Arah harga emas selanjutnya akan sangat bergantung pada nada yang disampaikan Warsh dalam pidatonya di Jackson Hole. Pasar akan mencermati apakah pernyataan tersebut mengarah pada sikap yang lebih lunak atau justru mempertahankan tekanan terhadap kondisi keuangan," kata Jason Gozali, Head of Research Pluang.
Pluang memproyeksikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 30 tahun berpeluang bergeser ke level 5,5% jika pernyataan Warsh dinilai terlalu lunak. Meski demikian, mayoritas analis meragukan Warsh akan memberi petunjuk eksplisit mengingat komitmennya untuk mengurangi komunikasi ke publik.
Katalis positif bagi emas dinilai akan muncul dari skenario dovish, di mana nada kebijakan yang menekan dolar AS dapat memperkuat prospek logam mulia. Atas pertimbangan tersebut, target harga emas tetap dipertahankan sebesar US$ 5.200 per troy ons, yang juga berpotensi menopang target bitcoin di level US$ 100.000.
Simposium kebijakan ekonomi tahunan yang digelar Federal Reserve Bank of Kansas City di Jackson Hole, Wyoming, menjadi fokus perhatian utama pasar, terutama pidato utama Warsh yang dijadwalkan pada Jumat. Atensi investor meningkat menyusul lonjakan biaya pinjaman jangka panjang AS ke tingkat tertinggi dalam hampir dua dekade pada pekan lalu, yang diiringi langkah intervensi Departemen Keuangan AS.
Sebagai langkah stabilisasi, Departemen Keuangan AS mengumumkan kenaikan batas maksimum operasi pembelian kembali (buyback) surat utang pemerintah jangka panjang menjadi sedikitnya US$ 4 miliar mulai 9 September mendatang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow