Harga Bitcoin Melesat Mendekati Level US$ 80.000
Harga Bitcoin melonjak tajam hingga mendekati level US$ 80.000 pada perdagangan Selasa, 25 Agustus 2026. Lonjakan mata uang kripto utama ini dipicu oleh berlanjutnya arus modal masuk pada produk ETF Bitcoin spot serta meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko.
Dilansir dari Investor Daily, Bitcoin melesat 3,1 persen hingga menyentuh level US$ 79.739 berdasarkan pantauan CNBC Internasional. Pergerakan ini melanjutkan reli kuat sejak pekan sebelumnya, ketika Bitcoin melonjak lebih dari 20 persen dalam tiga hari yang menjadi rekor kenaikan tiga hari terbesar sejak 2023.
Kenaikan tajam tersebut sebagian dipicu oleh aksi short squeeze yang memaksa likuidasi posisi bearish senilai lebih dari US$ 4 miliar. Selain itu, Departemen Keuangan AS berencana melipatgandakan pembelian obligasi pemerintah jangka panjang, yang sempat menekan imbal hasil obligasi dan mendorong investor berburu aset langka di tengah kekhawatiran inflasi.
Dukungan dari investor institusional turut memperkuat tren positif ini. ETF Bitcoin spot di AS mencatatkan arus masuk bersih sebesar US$ 1,92 miliar pada pekan lalu, menandai rekor mingguan tertinggi sejak Oktober 2025.
"Pola pembelian yang menyusul short squeeze pekan lalu mengindikasikan reli Bitcoin kali ini berpotensi lebih berlanjut ketimbang sekadar pemulihan taktis," tulis lembaga riset Fundstrat dalam catatannya.
Kepercayaan investor jangka panjang juga tercermin di pasar opsi, di mana para pelaku pasar bersedia membayar premi lebih tinggi untuk opsi kenaikan harga berjangka panjang. Sementara itu, Ether turut mencatatkan penguatan sebesar 2 persen ke level US$ 2.494.
Pasar kripto sempat mengalami fase konsolidasi dan penurunan sejak mencapai puncaknya pada Oktober 2025. Pergerakan aset digital ini terus dipengaruhi oleh dinamika kebijakan moneter global, imbal hasil obligasi AS, serta ekspansi likuiditas pasar stablecoin.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow