Hapoel Tel Aviv Tawarkan Rp1,6 Miliar ke Dennis Rodman

Smallest Font
Largest Font

Klub basket asal Israel Hapoel Tel Aviv melayangkan penawaran bernilai sekitar 100.000 dolar AS atau setara Rp1,6 miliar kepada legenda NBA Dennis Rodman untuk memimpin lokakarya khusus rebounding bagi jajaran pemain mereka di Tel Aviv.

Tawaran resmi tersebut disampaikan secara terbuka oleh Pemilik Hapoel IBI Tel Aviv Ofer Yannay melalui surat pribadi yang dirilis lewat media olahraga Sport5. Selain imbalan finansial, pihak klub bersedia menanggung seluruh biaya penerbangan kelas bisnis dan akomodasi hotel mewah untuk Rodman beserta maksimal tiga tamu kustomnya.

Langkah tak biasa ini diambil Yannay lantaran merasa performa penguasaan bola muntah timnya masih belum optimal meski sudah mengucurkan dana besar untuk pembangunan skuad.

"Tampaknya, bahkan ketika Anda membangun tim bola basket yang ambisius, uang tidak dapat menyelesaikan segalanya," tulis Ofer Yannay, Pemilik Hapoel Tel Aviv.

Yannay menambahkan bahwa klubnya membutuhkan sosok ahli secara langsung guna mendongkrak kelemahan mendasar tersebut di lapangan.

"Kita masih perlu merebut lebih banyak rebound!" kata Ofer Yannay, Pemilik Hapoel Tel Aviv.

Inisiatif ini berakar dari kekaguman lama sang pemilik terhadap gaya permainan Rodman semasa aktif berkarier. Mantan bintang Chicago Bulls itu dikenal sangat mendalam mempelajari arah putaran bola, sudut tembakan, hingga pantulan bola di lingkar keranjang.

"Saya berpikir: daripada berbicara tentang rebounding, mengapa tidak mengundang orang yang mengubahnya menjadi sebuah bentuk seni?" tulis Ofer Yannay, Pemilik Hapoel Tel Aviv.

Rancangan program yang disiapkan mencakup sesi pelatihan teknis beberapa hari, wawancara VIP, makan malam formal bersama manajemen, hingga akses hiburan malam di Tel Aviv. Sebagai imbalbalasannya, Hapoel berhak mempublikasikan konten media agenda tersebut untuk kepentingan promosi klub.

"Kami akan menanggung penerbangan kelas bisnis dan akomodasi hotel untuk Anda dan, sesuai pilihan Anda, hingga tiga tamu tambahan, dan kami juga menawarkan imbalan penampilan sekitar $100.000 untuk kunjungan dan kegiatan tersebut," kata Ofer Yannay, Pemilik Hapoel Tel Aviv.

Situasi keamanan di kawasan tersebut juga tak luput dari perhatian Yannay saat menyampaikan ajakannya kepada peraih lima gelar juara NBA itu.

"Daripada berbicara tentang rebounding, mengapa tidak mengundang orang yang mengubahnya menjadi sebuah seni?" tulis Ofer Yannay, Pemilik Hapoel Tel Aviv.

Manajemen menjamin pesohor basket berusia 65 tahun itu akan disambut hangat oleh seluruh pendukung tim di tengah kondisi pascakonflik.

"Saya dapat menjanjikan Anda satu hal. Anda akan menerima banyak cinta di sini, dari saya, dari klub kami, dan terutama dari ribuan penggemar Hapoel Tel Aviv yang sangat antusias. Dalam beberapa tahun terakhir, Israel telah melalui perang yang sangat sulit," kata Ofer Yannay, Pemilik Hapoel Tel Aviv.

Yannay berharap kehadiran figur olahraga mendunia dapat memberikan suntikan semangat baru bagi masyarakat lokal.

"Sekarang, lebih dari sebelumnya, ini adalah waktu yang tepat untuk datang, membawa kegembiraan, mengalami, menikmati, dan bersama kami. Saya akan sangat senang menjamu Anda di Tel Aviv," tulis Ofer Yannay, Pemilik Hapoel Tel Aviv.

Sambutan serta perhatian publik diyakini akan mengalir deras jika Rodman bersedia menerima tawaran kerja sama ini.

"Satu hal yang dapat saya janjikan kepada Anda: Anda akan menerima banyak cinta di sini — dari saya, dari klub kami, dan terutama dari ribuan penggemar Hapoel Tel Aviv yang penuh gairah," kata Ofer Yannay, Pemilik Hapoel Tel Aviv.

Hingga kini Rodman belum memberikan keputusan resmi terkait tawaran melatih tersebut. Terakhir kali pria yang mencatatkan rekor 159 laga dengan minimal 20 rebound itu memegang peran kepelatihan terjadi pada tahun 2005 saat menangani klub Inggris Brighton Bears untuk satu pertandingan.

Pengalaman panjang Rodman menguasai papan pantul diperoleh lewat latihan intensif memahami pergerakan bola secara detail di luar jam latihan reguler.

"Saya dulu meminta teman-teman saya larut malam — sial, jam tiga, empat pagi — pergi ke gym dan saya berkata, 'Tembak bolanya,'" kata Dennis Rodman, Mantan Pemain NBA.

Metode eksperimental tersebut rutin dilakukan Rodman demi mengasah refleks tubuhnya secara alami terhadap berbagai skenario tembakan meleset.

"'Tembak di sebelah sini, tembak di sebelah sini, tembak di sebelah sana, tembak di sebelah sana.' Saya duduk di sana dan bereaksi, bereaksi," kata Dennis Rodman, Mantan Pemain NBA.

Fokus latihan independen itu membuahkan penguasaan posisi yang konsisten di area pertahanan maupun penyerangan.

"Saya hanya banyak berlatih tentang sudut bola dan lintasannya. Pada dasarnya saya hanya mulai belajar bagaimana menempatkan diri pada posisi untuk mendapatkan bola," kata Dennis Rodman, Mantan Pemain NBA.

Pendekatan kalkulatif tersebut berhasil mengantarkan Rodman meraih dua kali penghargaan NBA Defensive Player of the Year serta memimpin rekor rebound liga selama tujuh musim berturut-turut.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed