Gudang Garam menguat setelah sempat terkoreksi Kamis

Smallest Font
Largest Font

Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menguat pada sesi I perdagangan Jumat 7 Agustus 2026 setelah sempat terkoreksi pada Kamis, sementara harga emas perhiasan dan pergerakan saham lain turut dipantau pelaku pasar. InvestorDaily mencatat saham GGRM berada di dekat puncak 52 pekan dan BBRI diborong investor asing pada sesi I.

GGRM kembali menghijau pada sesi I Jumat (7/8/2026) setelah memerah 1,67 persen pada Kamis (6/8/2026), menuju perdagangan dengan harga sekitar Rp 21.050, menurut data aplikasi Stockbit Sekuritas sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Masih berdasarkan Stockbit Sekuritas, harga GGRM nyaris menembus level tertinggi 52 pekan di Rp 21.200, dan mencatat kenaikan lebih dari 33 persen dalam sebulan terakhir sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Mandiri Sekuritas menetapkan target harga saham GGRM di level tersebut, sehingga pergerakan saham dinilai sudah bergerak di luar perkiraan target harga, menurut Investor Daily.

Untuk pasar emas perhiasan, Raja Emas Indonesia mencatat harga anjlok, sementara Hartadinata Abadi (HRTA) dan Laku Emas berada pada posisi yang relatif stabil pada Jumat pagi 7 Agustus 2026, sebagaimana dilaporkan Investor Daily.

Investor perhiasan disebut perlu memantau harga agar keputusan membeli maupun menjual dapat disesuaikan, dengan rujukan data dari Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas menurut Investor Daily.

Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI ditutup loncat 1,07 persen ke Rp 3.100 pada akhir sesi I Jumat 7 Agustus 2026, menurut Investor Daily.

Investor asing membukukan net buy BBRI dari segi volume 100,19 juta saham atau sekitar Rp 309,37 miliar pada jeda siang sesi I, dan nilainya menjadi yang tertinggi di antara saham net buy asing pada hari tersebut, menurut data Stockbit Sekuritas yang dilansir dari Investor Daily.

Tanda penyerapan asing mulai terlihat sejak Kamis 6 Agustus 2026 melalui net buy tipis Rp 82,68 miliar, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Di pasar lain, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) ditutup melonjak 12,14 persen ke Rp 970 pada perdagangan Kamis 6 Agustus 2026 dan sahamnya diborong asing, menurut Investor Daily.

DSSA berencana mengalihkan saham hasil buyback perseroan yang akan dilakukan mulai tanggal 10 Agustus 2026 hingga selesai, dengan potensi pengalihan sampai 9.631.904.000 saham treasuri atau maksimal 5 persen dari jumlah seluruh saham yang diterbitkan dan dicatatkan di BEI, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

PT Indika Energy Tbk (INDY) mengumumkan telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman sebesar US$ 155 juta atau sekitar Rp 2,7 triliun dari Bank DBS Indonesia, sebagaimana dilaporkan Investor Daily.

Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pramono menyebut PT Indika Inti Corpindo, PT Tripatra Multi Energi, PT Tripatra Engineering, PT Tripatra Engineers And Constructors, serta Tripatra (Singapore) Pte. Ltd. masing-masing merupakan anak perusahaan yang dimiliki 100 persen, baik langsung maupun tidak langsung, menurut Investor Daily.

Nilai PBV Indika dicatat 0,62 kali dan nilai buku per saham INDY berada di kisaran Rp 4.120-an berdasarkan data Stockbit Sekuritas, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed