GIIAS Surabaya 2026 Dorong Mobil Listrik Jepang Hadapi Dominasi China di Jatim

Smallest Font
Largest Font

GIIAS Surabaya 2026 menjadi ajang produsen mobil listrik Jepang memperkuat posisinya di pasar Jawa Timur yang pesat pertumbuhannya, menantang dominasi merek China di wilayah tersebut.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyebut Jawa Timur konsisten sebagai pasar otomotif terbesar ketiga nasional dengan pangsa pasar 9,7 persen, di bawah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

"Jawa Timur selalu konsisten menduduki peringkat ketiga dalam hal penjualan kendaraan nasional kita. Tahun lalu, pangsa pasarnya 9,7 persen," ujar Faisol saat pembukaan GIIAS Surabaya 2026 di Surabaya, Rabu.

Pada 2024, penjualan kendaraan di Jawa Timur mencapai 83.900 unit dari total nasional 865.723 unit, sementara pada 2025, penjualan nasional berkisar 803.000-840.000 unit dengan pangsa pasar Jawa Timur sekitar 9,1-9,5 persen atau sekitar 73.000-79.000 unit.

Posisi Jawa Timur sebagai pasar utama menjadi alasan penting penyelenggaraan GIIAS di Surabaya, menggantikan lokasi sebelumnya di ICE BSD City Tangerang.

Faisol menambahkan, kinerja industri otomotif nasional pada 2026 menunjukkan perkembangan positif. Penjualan wholesale Januari-Juli 2026 mencapai 517.000 unit, sedangkan retail mencapai 511.000 unit.

"Penjualan wholesale Juli 2026 mencapai 81.000 unit, naik 4,5 persen dibanding bulan sebelumnya dan melonjak 33,3 persen dibanding Juli 2025," kata Faisol.

Ia optimistis target penjualan domestik tahun ini melampaui 850.000 unit sehingga Indonesia bisa kembali menjadi pasar kendaraan terbesar di kawasan.

"Saya optimistis target penjualan domestik akan melampaui 850.000 unit tahun ini sehingga hampir bisa kita pastikan bahwa penjualan dalam negeri kita akan kembali menduduki peringkat pertama di kawasan," ujar Faisol.

Wamenperin juga berharap GAIKINDO dan pelaku industri otomotif meningkatkan kinerja agar penjualan mendekati angka psikologis satu juta unit seperti masa kejayaan industri otomotif sebelumnya.

Selain itu, penguatan industri otomotif diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional. Industri pengolahan tumbuh 5,32 persen pada triwulan II 2026 dengan kontribusi 16,83 persen terhadap PDB, setara Rp1.102 triliun.

"Industri pengolahan menjadi penyumbang PDB sebesar 16,83 persen atau setara dengan Rp1.102 triliun," ujar Faisol.

Ia berharap industri otomotif dapat mempertahankan ekspansi dan meningkatkan ekspor sehingga semakin berkontribusi pada PDB dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed