Gerhana Bulan Parsial Terjadi 27-28 Agustus 2026, Tidak Terlihat di Indonesia
Fenomena gerhana bulan parsial akan terjadi pada 27-28 Agustus 2026, ketika bayangan Bumi menutupi sekitar 96% permukaan Bulan, berpotensi membuat permukaan Bulan berubah warna menjadi merah tua akibat pembiasan cahaya oleh atmosfer Bumi, dilansir dari Detik iNET.
Gerhana ini terjadi saat Bumi berada di antara Matahari dan Bulan pada fase bulan purnama, sehingga bayangan Bumi melengkung terlihat di permukaan Bulan dengan bagian sabit tipis yang tetap terkena sinar Matahari pada puncak gerhana.
Fenomena langit ini bisa diamati oleh miliaran orang di Amerika Utara, Amerika Selatan, sebagian Eropa, dan Afrika, namun tidak dapat dilihat dari Indonesia, Australia, China, dan Jepang karena Bulan berada di bawah cakrawala pada saat gerhana berlangsung.
Di pesisir barat Amerika Serikat, puncak gerhana terjadi beberapa jam setelah matahari terbenam, sedangkan di pesisir timur puncaknya sekitar tengah malam waktu setempat. Di Eropa dan Afrika, puncak gerhana muncul sebelum fajar saat Bulan masih rendah di cakrawala barat.
Berbeda dengan gerhana matahari, mengamati gerhana bulan parsial tidak memerlukan kacamata khusus atau peralatan tambahan, sehingga siapa pun di sisi malam Bumi saat fenomena berlangsung dapat menyaksikannya secara langsung.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow