Fajar Sadboy Ikut Lomba 17-an Bareng TNI di Balikpapan

Smallest Font
Largest Font

Kemeriahan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Balikpapan diwarnai aksi Fajar Sadboy. Seperti dilansir dari Detik Hot, ia berpartisipasi langsung dalam rangkaian perlombaan yang diadakan Kodam VI/Mulawarman. Acara yang melibatkan prajurit serta keluarga besar TNI tersebut diisi berbagai agenda olahraga.

Fajar pun ikut bertanding dalam cabang olahraga voli, basket, hingga perlombaan tradisional tarik tambang serta topi caping. Tantangan menarik muncul saat Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono meminta Fajar melakukan push up sebelum lomba dimulai. Meski sempat ragu, Fajar menerima tantangan itu dengan gaya khasnya.

Saat ditanya mengenai pilihan antara mendaftar tentara atau ikut perang, Fajar merespons dengan candaan. Namun, ia juga menekankan pesan moral tentang pentingnya keberanian untuk mencoba hal baru tanpa takut gagal.

"Di mana-mana kita harus coba dulu. Gagal itu hal yang pasti, yang penting kita sudah berani mencoba, selebihnya serahkan kepada Yang Maha Kuasa," kata Fajar dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, hari ini. Pada cabang basket, Fajar berkesempatan beradu kemampuan satu tim bersama Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono. Selain itu, ia juga menikmati suasana lomba membuat rujak meski harus menahan rasa pedas.

"Lomba rujak sih, jujur itu paling nikmat sampai pedas banget level 10. Pedas, jujur. Kepala agak melayang-layang, pusing banget," kata Fajar sambil bercanda.

"Oh ya, main voli, main basket seru banget. Ketemu sama pemainnya, jago juga mainnya," ungkap Fajar.

Setelah gagal memenangkan permainan topi caping, Fajar meluangkan waktu membeli oleh-oleh, termasuk sebuah cincin hasil tawar-menawar. Di sisi lain, Kodam VI/Mulawarman juga menggelar Singing Competition bertajuk Teruslah Melangkah untuk Merah Putih. Mayjen TNI Krido Pramono menjelaskan bahwa kegiatan seni dan budaya ini menjadi wadah kontribusi positif bagi generasi muda.

Menurutnya, pengabdian kepada bangsa tidak terbatas pada profesi militer saja. "Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus terus melangkah untuk memberikan yang terbaik. Tidak hanya melalui profesi di bidang militer, polisi, perusahaan atau pemerintahan, tetapi juga melalui seni dan budaya," ujar Krido Pramono.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed