Tingkat Dukungan Perang Ukraina Menurun Jelang Pemilu Rusia
Sentimen publik di Rusia mengalami pergeseran signifikan menjelang pemilu legislatif Dewan Perwakilan Rakyat (Duma Negara) yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Data jajak pendapat terbaru mencatat penurunan dukungan masyarakat terhadap operasi militer di Ukraina serta kecemasan ekonomi yang kian meningkat.
Hasil survei opini publik menunjukkan tingkat dukungan warga Rusia terhadap perang di Ukraina merosot dari 78 persen pada Juli 2025 menjadi 66 persen pada Juli 2026. Pada periode yang sama, proporsi masyarakat yang meyakini negara berada di jalur yang benar juga mengalami penurunan dari 69 persen menjadi 54 persen.
Tekanan di garis depan dan dalam negeri terus membebani warga. Serangan armada militer yang melambat serta ancaman gelombang mobilisasi baru memicu ketakutan publik. Di dalam negeri, serangan pesawat tanpa awak terhadap kilang minyak menyebabkan kelangkaan bahan bakar di berbagai wilayah, sementara lonjakan penarikan uang tunai mencerminkan kekhawatiran warga terhadap potensi penyitaan tabungan pribadi untuk dana perang.
Di ranah politik, persaingan ketat dinetralisasi oleh otoritas kehakiman. Partai oposisi pro-demokrasi Yabloko yang mengusung kampanye perdamaian resmi dilarang berpartisipasi dalam pemilu oleh Mahkamah Agung Rusia, sementara wakil ketua partai tersebut dijatuhi hukuman 11 tahun penjara.
Sebagai langkah mengamankan stabilitas dan mengatasi keresahan warga, Presiden Vladimir Putin melakukan kunjungan ke sejumlah kota di kawasan Rusia sepanjang musim panas sebagai bagian dari tur pra-pemilu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow