Duane Davis Mulai Sidang Kasus Pembunuhan Tupac Shakur di Las Vegas

Smallest Font
Largest Font

Sidang terhadap Duane "Keffe D" Davis yang didakwa mengatur pembunuhan rapper Tupac Shakur dimulai di Las Vegas pada Senin, 10 Agustus 2026, hampir 30 tahun setelah kejadian tersebut. Duane Davis, mantan pemimpin geng Crips, menghadapi dakwaan pembunuhan yang diduga terkait dengan penembakan fatal terhadap Tupac pada 7 September 1996. Proses persidangan ini diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan dengan pemilihan juri dimulai pada hari pertama sidang, dihadiri oleh keluarga Tupac dan para pendukungnya.

Davis telah mengaku tidak bersalah atas tuduhan tersebut dan bersikeras bahwa pengakuannya sebelumnya dalam buku dan wawancara hanyalah upaya untuk menjual buku dan tidak benar, menurut CNN dan AP News.

Dalam memoirnya yang diterbitkan pada 2019 berjudul "Compton Street Legend," Davis mengaku merencanakan serangan balasan terhadap Tupac dan Marion "Suge" Knight menyusul pertengkaran yang melibatkan keponakannya Orlando "Baby Lane" Anderson. "Tidak ada kata-kata yang diucapkan, waktunya untuk bicara sudah lewat, semuanya akan terjadi!" tulis Davis dalam bukunya, merujuk pada malam penembakan di Las Vegas.

Prosecutor mengandalkan pengakuan Davis sebagai bukti utama dalam persidangan, meskipun senjata pembunuh dan rekaman video tidak tersedia, demikian dilaporkan CNN. Davis juga mengaku dalam berbagai wawancara dan pernyataan kepada polisi bahwa Anderson yang menembak Tupac, meskipun Anderson meninggal pada 1998 dalam kejadian yang tidak terkait.

Marion "Suge" Knight, yang mengemudikan mobil saat penembakan dan juga terluka, tercatat sebagai saksi potensial dalam persidangan namun menolak bekerja sama dengan pihak berwenang. "Sidang ini tidak ada hubungannya dengan saya dan jika seseorang memaksa saya hadir, itu akan merugikan mereka," kata Knight kepada ABC News. Keluarga Tupac juga mengajukan gugatan kematian salah terhadap Davis, dan beberapa anggota keluarga termasuk Sekyiwa Shakur dan Maurice Shakur berpotensi dipanggil sebagai saksi.

Sidang ini menjadi titik puncak dari puluhan tahun duka dan spekulasi atas kematian Tupac, yang meninggal enam hari setelah ditembak saat berusia 25 tahun.

Kendrick Lesane, sepupu Tupac, menyerukan keadilan dengan mengatakan, "Siapa pun yang terlibat, yang mengaturnya, harus dipenjara." Sidang ini juga menyoroti perseteruan hip-hop timur dan barat yang pernah melibatkan Tupac dan Death Row Records milik Knight, serta label Bad Boy Records dari New York.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed