Dick Schreuder Terapkan Formasi Merangsek Laga Leg Kedua NEC Nijmegen
Pelatih Dick Schreuder menerapkan skema permainan agresif untuk NEC Nijmegen dalam laga leg kedua kualifikasi ketiga Liga Champions melawan Olympiakos pada Selasa, 11 Agustus 2026, pukul 19.30. Strategi tersebut diterapkan demi memburu kemenangan usai bermain imbang tanpa gol di Yunani.
Schreuder memarkir gelandang bertahan Jamiro Monteiro ke bangku cadangan guna menghindari kelelahan fisik. Posisi lini tengah diisi Noé Lebreton dan Darko Nejasmic, didukung lini serang yang diisi Tjaronn Chery, Dusan Tadic, serta striker Linssen.
Sektor pertahanan NEC diperkuat Philippe Sandler yang dipastikan bugar usai sempat absen latihan, membentengi kiper Gonzalo Crettaz bersama Tobias Storm dan Deveron Fonville. Sementara itu, bek senior Bram Nuytinck kembali masuk ke dalam daftar pemain cadangan setelah pulih dari cedera pergelangan kaki.
Performa lini tengah NEC sebelumnya mendapat perhatian usai gelandang muda Noé Lebreton tampil mengesankan pada leg pertama. Penampilan apik tersebut menuai pujian dari pengamat sepak bola Alex Pastoor yang menilai sang pemain memiliki kombinasi fisik dan teknik tinggi.
"Sano sekarang sudah pergi, tetapi kalau saya jadi Dick Schreuder, saya masih akan berpikir ulang. Sebab kalau orang-orang memperhatikan, mereka juga akan datang untuk menyaksikan Lebreton," ujar Alex Pastoor, Pengamat Sepak Bola.
Pastoor menambahkan bahwa keberanian serta efektivitas Lebreton di lapangan menjadi keunggulan tersendiri bagi tim.
"Dia bermain habis-habisan, itu luar biasa. Namun dia juga sangat piawai bermain sepak bola, dan keganasan itu, dipadukan dengan kreativitas dan ketajaman," ujar Alex Pastoor, Pengamat Sepak Bola.
Gaya main agresif Lebreton juga dinilai membedakannya dari deretan gelandang Belanda pada umumnya.
"Coba sebutkan gelandang di timnas Belanda yang bisa melakukan itu. Yang ada itu lebih kepada mengoper dan memainkan permainan posisi, tetapi ini berbicara tentang sesuatu yang sangat berbeda. Yakni masuk ke dalam pertandingan sendiri dengan melakukan ini," ujar Alex Pastoor, Pengamat Sepak Bola.
Kedisiplinan bertahan tanpa membuat pelanggaran menjadi keunggulan lain dari pemain muda tersebut.
"Tetapi terutama saat pemain lain menguasai bola, dengan pisau di antara giginya, dan tanpa satu pelanggaran pun. Tidak sekali pun dia menarik kembali kepala atau kakinya. Itu membuat hati saya terbuka," ujar Alex Pastoor, Pengamat Sepak Bola.
Di sisi lain, dinamika skuad NEC sempat diwarnai keputusan Kodai Sano yang mengundurkan diri jelang leg pertama untuk menuntaskan transfernya ke PSV Eindhoven. Keputusan tersebut dimaklumi oleh internal tim.
"Ya, pada akhirnya tentu kami memang tahu ada banyak ketertarikan terhadap Sano," kata Tjaronn Chery, Kapten NEC.
Chery menegaskan bahwa seluruh pemain memahami langkah Sano yang ingin menghindari risiko cedera sebelum menjalani tes medis.
"Kami tahu PSV sudah sangat dekat dengan kesepakatan, jadi pada akhirnya saya sepenuhnya memahami anak itu," kata Tjaronn Chery, Kapten NEC.
Sikap profesional Sano didukung penuh oleh rekan-rekannya di ruang ganti.
"Besok dia akan pergi ke PSV untuk tes medis dan pada akhirnya dia tidak ingin mengambil risiko mengalami cedera malam ini. Kami semua sepenuhnya memahami itu," ujar Tjaronn Chery, Kapten NEC.
Kendati ditinggal pemain kunci, Chery menilai kedalaman skuad NEC tetap terjaga dengan baik.
"Dia bermain sangat baik," nilai Tjaronn Chery, Kapten NEC.
Kedatangan sejumlah amunisi baru dinilai tetap menjaga daya saing tim di level Eropa.
"Jadi kami juga telah mendatangkan kembali pemain-pemain bagus," ujar Tjaronn Chery, Kapten NEC.
Hasil imbang pada laga pertama membuktikan kualitas tim di tengah ketatnya bursa transfer.
"Saya pikir Anda bisa melihat bahwa kami punya tim yang sangat bagus," kata Tjaronn Chery, Kapten NEC.
Ia percaya manajemen klub dapat mengelola pergerakan transfer pemain dengan tepat hingga batas waktu berakhir.
"Pelatih masih akan ingin menambah beberapa pemain dan pasti juga masih akan ada beberapa pemain yang pergi, tetapi pada akhirnya kami punya direksi yang bagus yang akan menangani itu. Jadi kami tidak khawatir soal itu," kata Tjaronn Chery, Kapten NEC.
Pemenang dari laga antara NEC dan Olympiakos ini dijadwalkan bertemu pemenang duel FK Bodø/Glimt versus Union Sint-Gillis pada babak play-off Liga Champions.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow