Detail Kesehatan dan Pemakaman Bassist PAS Band Trisno Terungkap
Kondisi medis memprihatinkan menyelimuti hari-hari terakhir bassist PAS Band, Bambang Sutrisno alias Trisno, sebelum meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026) pukul 14.47 WIB. Drummer PAS Band, Sandy, mengungkapkan almarhum mengidap penurunan fungsi ginjal hingga tersisa lima persen serta mengalami penyumbatan pembuluh darah di kepala.
Sandy menceritakan bahwa kekhawatiran rekan-rekan musisi bermula dua minggu lalu saat Trisno mengeluhkan pusing hebat di kosnya. Menurut penuturannya, almarhum memiliki kebiasaan memendam rasa sakit dan enggan memeriksakan diri ke dokter meski kondisinya terlihat terus menurun selama beberapa bulan terakhir.
"Dua minggu lalu, PAS Band dapat kabar dari Trisno, dia sakit. Kepalanya pusing, katanya, dan seperti biasa dia kan gak mau periksa kesehatan. Semua dirasain sendiri.
Kita khawatir karena penyebab pusingnya apa? Sudah beberapa bulan ini dia sudah gak fresh lagi. Ada sesuatu yang salah di badannya, dia minum obat terus sampai takut minum obat lagi.
Di sana ada indikasi gangguan liver juga, kakinya mulai bengkak," kata Sandy saat ditemui di kediamannya di Depok, Jawa Barat.
Kondisi pembengkakan kaki tersebut memicu kekhawatiran mendalam bagi Sandy karena memiliki kemiripan dengan riwayat penyakit almarhum ayahnya.
"Ayah saya kebetulan meninggalnya karena ginjal, bengkak kakinya," lanjut Sandy.
Setelah dipaksa oleh rekan-rekannya untuk berobat, hasil pemeriksaan medis menunjukkan kerusakan ginjal yang parah serta adanya ancaman bahaya lain di area kepala almarhum.
"Yang lebih parah lagi adalah ada dua sumbatan di kepalanya. Sumbatan pembuluh darah yang kalau dibiarkan bisa stroke. Jadi menurut dokter harus dioperasi," lanjut Sandy.
Meski sempat menjalani operasi di kepala bagian kanan dan mengalami efek samping berupa kejang-kejang, Trisno tetap bersemangat mengikuti latihan musik untuk tampil di Subang. Namun, kondisi kesehatannya kembali memburuk hingga harus masuk ruang ICU dan menjalani operasi susulan sebelum mengembuskan napas terakhir.
"Bro itu orangnya jujur," kenang Sandy berurai air mata.
Mengenai informasi kepulangan sang sahabat, Sandy pertama kali menerima kabar duka tersebut saat beristirahat melalui grup komunikasi internal band.
"Dan tadi jam 14.30 tanggal 1 Agustus, saya lagi tidur karena habis kerja juga, di grup WhatsApp Pas Band," ujar Sandy.
Kabar mengenai riwayat kesehatan almarhum dilaporkan oleh detik.com, sementara kabar mengenai rencana prosesi pemakaman dikonfirmasi melalui laporan kapanlagi.com. Jenazah Trisno saat ini disemayamkan di rumah keluarga kawasan Laswi, Jalan BKR, Bandung, dan dijadwalkan akan dimakamkan pada Minggu (2/8/2026) pagi.
"Kita memakamkannya besok insyaallah. Tadi dapet informasi cuma masih simpang siur. Rumah dukanya di rumah keluarga di Laswi, Jalan BKR gitu ya, di sebelah rumah Bebeng yang lama," ujar Sandy saat ditemui di kawasan Depok, Sabtu (1/8/2026).
Pihak keluarga dan rekan band masih terus berkoordinasi untuk memastikan lokasi pasti tempat pemakaman umum di Bandung yang akan digunakan pada Minggu pagi.
"Terus besok akan dimakamkan pagi, tapi saya belum tahu dimakamkan di mana, apakah sama lokasinya dengan makam istrinya Bengbeng? Kita nggak tahu," ungkap Sandy.
"Dua minggu yang lalu temen-temen Pas Band ya dapet kabar Trisno di kosannya dia sakit, kepalanya pusing katanya," ujar Sandy.
Sikap almarhum yang kerap menahan rasa sakit seorang diri kembali ditegaskan oleh Sandy saat mengenang masa-masa awal almarhum mulai jatuh sakit.
"Dan seperti biasa, dia kan nggak mau periksa kesehatan, ya semua dirasain sendiri gitu. Tapi kita khawatir karena pusingnya karena apa? Karena sudah beberapa bulan ini almarhum emang udah nggak fresh lagi gitu," kata Sandy.
Detail teknis mengenai lokasi pemakaman akan disampaikan secara resmi setelah ada kepastian dari pihak keluarga inti almarhum di Bandung.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow