Bassist Pas Band Trisno Meninggal Dunia di Bandung
Pemusik rock legendaris Indonesia, Bambang Sutrisno alias Trisno, meninggal dunia pada usia 55 tahun di Rumah Sakit Hermina Bandung, Sabtu (1/8/2026) pukul 14.29 WIB. Bassist sekaligus pendiri Pas Band tersebut mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU akibat penyakit gagal ginjal.
Kabar duka mengenai berpulangnya musisi yang akrab disapa Trisnoize ini dikonfirmasi langsung oleh rekan satu bandnya, drummer Sandy Andarusman, melalui unggahan di media sosial.
"Innalillahi wainnailaihi rojiuun... Telah berpulang ke Rahmatullah saudara kami, bassist kami @tris_noize jam 14.30 hari ini, 1 Agustus 2026," tulis Sandy.
Sandy mengimbau para penggemar dan kerabat untuk memberikan doa terbaik serta membukakan pintu maaf bagi almarhum. Ia menambahkan bahwa prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung di Bandung pada Minggu pagi.
"Mohon berkenan teman-teman membacakan Al-Fatihah, memaafkan segala kesalahan almarhum. Insya Allah besok pagi akan dimakamkan di Bandung," lanjutnya.
Ungkapan belasungkawa mengalir dari panggung musik nasional, termasuk dari pemain bass Dewa 19, Yuke Sampurna, yang memberikan penghormatan terakhir atas dedikasi almarhum.
"Selamat jalan luuuur... sodara sahabat sekaligus bassist Indonesia berkarakter. Semoga Allah SWT dan alam semesta selalu memberikan tempat yang terbaik. Amin. Turut bela sungkawa kepada keluarga besar yang ditinggalkan," tulis Yuke.
Kondisi kesehatan Trisno dilaporkan telah menurun drastis hingga memasuki masa kritis satu hari sebelum wafatnya. Pihak Pas Band sempat mengabarkan penanganan medis ketat yang diterima almarhum di ICU.
"Dapat kabar malam ini, Trisno dalam kondisi kritis di ICU. Mohon dimaafkan segala kesalahan Bro Tris. Ya Allah, ringankan sakitnya Trisno dan sembuhkan Ya Allah," tulis Sandy dalam unggahan tersebut.
Almarhum diketahui telah lama mengidap penyakit gagal ginjal dan diwajibkan menjalani prosedur cuci darah secara rutin. Kesehatan sang musisi semakin memburuk akibat adanya komplikasi sumbatan darah di area otak yang berisiko memicu serangan stroke.
Karier bermusik Trisno dimulai sejak mendirikan Pas Band pada awal dekade 1990-an bersama Yukie, Bengbeng, dan Richard Mutter. Sepanjang tiga dekade berkarya, gaya permainan bass agresif berkombinasi dengan elemen funk, metal, dan hip hop milik Trisno menjadi pilar utama warna musik Pas Band, yang telah menghasilkan deretan album populer seperti In (No) Sensation hingga Unscripted Experience.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow