Destry Damayanti Ikuti Uji Kepatutan Calon Gubernur BI di DPR

Smallest Font
Largest Font

Calon Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengikuti uji kelayakan dan kepatutan bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Dalam uji kepatutan tersebut, Destry mendapat pertanyaan tajam dari anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino mengenai rekam jejak kebijakan BI di bawah kepemimpinan Perry Warjiyo.

"Tolong dielaborasi, Bu, tiga kebijakan dari Pak Perry yang menurut Ibu berhasil dan wajib dilanjutkan dan tiga kebijakan yang menurut Ibu gagal, kurang efektif dan akan Ibu ubah," ujar Harris Turino, anggota Komisi XI DPR.

Destry menegaskan bahwa dirinya dan Perry boleh berbeda secara personal, tetapi keputusan kebijakan BI merupakan hasil proses kolektif-kolegial di Dewan Gubernur.

"Pak Perry dengan saya berbeda secara kepribadian, mungkin beda, Pak. Tapi pada saat kita bicara kebijakan, Pak, kita tuh senyawa, Pak," ujar Destry Damayanti, calon Gubernur BI.

Ia menjelaskan bahwa perbedaan pendapat dalam menentukan kebijakan merupakan hal biasa dan bagian dari proses demokrasi di antara anggota Dewan Gubernur.

"Bahwa terjadi interaksi, oh ini naik sekian, oh ini apa segala macam, SRBI jangan naik tinggi dan sebagainya. Itu adalah buat kami hal yang biasa. Justru kami melihat ini adalah suatu demokrasi yang jalan dan itu adalah suatu kolektif kolegial," kata Destry Damayanti.

Terkait pencapaian, Destry secara eksplisit menunjuk sistem pembayaran sebagai salah satu legacy penting pada era kepemimpinan sebelumnya yang harus diakui dan dilanjutkan.

"Kalau mau jujur, apa yang dicapai oleh Bapak Perry sebelum itu, payment system kita itu luar biasa sekali, Pak. Jadi itu adalah benar-benar menjadi suatu legacy yang sangat bagus dari beliau dan kita harus akui itu," tegas Destry Damayanti.

Ia menambahkan bahwa arah kebijakannya ke depan akan terus melanjutkan program yang sudah berjalan baik serta memperkuat area yang masih membutuhkan pengembangan.

"Buat kami kebijakan yang sudah bagus tentunya akan terus kita lanjutkan. Yang masih perlu kita tambah, kita akan tambah," ujar Destry Damayanti.

Selain sistem pembayaran, Destry menyebut pendalaman pasar keuangan serta pembukaan aktivitas lintas batas negara sebagai pekerjaan rumah yang harus terus diperkuat.

"PR kami memang masih terkait dengan pendalaman pasar uang, termasuk juga pembukaan cross-border activity, khususnya untuk negara yang mitra-mitra kita seperti LCT," ujar Destry Damayanti.

Pengembangan transaksi tersebut juga diarahkan untuk memperluas penggunaan mata uang selain dolar AS dalam kerja sama perdagangan dan investasi internasional.

"Kita juga akan terus memperkaya perdagangan valas non-dolar di Indonesia, karena juga kita perlu men-serve LCT," kata Destry Damayanti.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed