Destry Damayanti Resmi Dilantik Menjadi Gubernur Bank Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Destry Damayanti resmi mengucapkan sumpah jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031 di gedung Mahkamah Agung, Jakarta, pada Rabu (2/9/2026). Dilansir dari Investor Daily, penegasan stabilitas perekonomian menjadi fondasi utama BI untuk membuka ruang pertumbuhan nasional di tengah ketidakpastian global.

Pengangkatan Destry dilakukan untuk menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri pada 25 Juli 2026. Target pertumbuhan ekonomi nasional ditetapkan mencapai 5,4 persen pada 2026 dan diproyeksikan meningkat hingga 6 persen pada 2027.

Kebijakan moneter bank sentral akan difokuskan pada prinsip impactful, inklusif, integratif, dan sinergis. Selain menjaga stabilitas nilai dan inflasi, BI berpedoman pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja.

"Stabilitas itu menjadi sangat penting untuk kami, karena dengan memiliki ekonomi yang stabil tentu ruang-ruang untuk pertumbuhan ekonomi itu menjadi semakin luas," ucap Destry Damayanti, Gubernur Bank Indonesia.

Upaya menjaga stabilitas nasional dinilai memerlukan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga secara berkelanjutan.

"Bank Indonesia tidak sendiri, kita bisa mengajak tentunya bersama dengan sinergi merah-putih itu, khususnya dalam menangani masalah-masalah domestik, seperti inflasi yang menjadi tugas bagi kita, bagi kami di Bank Indonesia dengan terus meningkatkan sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait," ungkap Destry Damayanti, Gubernur Bank Indonesia.

Amanah baru ini diwujudkan melalui implementasi kerangka kebijakan yang terintegrasi bersama seluruh pemangku kepentingan.

"Tentu ini akan kami wujudkan juga dalam kebijakan dan tentunya akan terus bersinergi juga dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya, karena ini menjadi tugas kita bersama," terang Destry Damayanti, Gubernur Bank Indonesia.

Mengenai pembagian tugas di antara para pejabat bank sentral, struktur tugas dirancang bersifat dinamis sesuai kesepakatan bersama.

"Jadi, pembidangan itu sebenarnya sesuatu hal yang fluid. Jadi, dia bisa kita putar, tapi yang penting bahwa masing-masing ADG itu pada akhirnya keputusan tertinggi itu ada di Rapat Dewan Gubernur," tutur Destry Damayanti, Gubernur Bank Indonesia.

Dukungan atas pelantikan ini disampaikan oleh pihak otoritas fiskal yang menilai rekam jejak kepemimpinan baru sangat mumpuni.

"Ke depannya bakal lebih bagus, kan Bu Destry sebelumnya juga pernah di Dewan Komisioner LPS. Jadi saya cukup dekat dengan beliau, sehingga saya rasa kebijakannya lebih sinkron dan lebih sinergi," tutur Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Sinergi antara pemerintah dan bank sentral diarahkan pada perbaikan instrumen likuiditas pasar.

"Jadi, itu mesti kita perbaiki, kami ingin mengembangkan tools-tools yang betul-betul melihat riil kondisi di lapangan," terang Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Sektor perbankan turut merespons positif pergantian kepemimpinan ini untuk memicu arus modal masuk.

"Sehingga arus modal yang tadinya sempat keluar dari Indonesia akan kembali lagi Indonesia dan menyebabkan mengakibatkan ekonomi kita dampaknya positif," kata Heri Gunardi, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia.

Susunan Dewan Gubernur BI kini diisi oleh Destry Damayanti bersama Deputi Gubernur Senior Aida Suwandi Budiman, serta empat Deputi Gubernur yaitu Filianingsih Hendarta, Ricky Perdana Gozali, Thomas A.M. Djiwandono, dan Solikin M. Juhro.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed